Rıskı Ramadhan
07 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Emre Gürkan Abay
MOSKOW
Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa dilaporkan meminta bantuan Turki untuk dapat mencapai puing jet tempur Su-25 milik rusia Rusia yang jatuh di Suriah pada Sabtu lalu.
Menurut pernyataan tertulis kementerian, penyelidikan terhadap jet tempur Su-25 milik Rusia yang ditembak jatuh pada 3 Februari lalu sangat penting untuk menemukan pelaku penyerangan terhadap pesawat tersebut.
“Puing perlu diteliti secara rinci untuk menentukan jenis rudal yang digunakan dalam menjatuhkan pesawat tersebut, tempat pembuatannya, serta rute pengiriman ke Suriah,” tulis pernyataan yang juga menunjukkan bahwa Turki juga telah dimintai bantuan untuk mencapai puing tersebut.
Pada Sabtu lalu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa jet tempur Su-25 milik Rusia ditembak jatuh saat terbang di atas zona de-eskalasi Idlib, di utara Suriah, pilot pesawat tewas dalam insiden tersebut.
Selama sepekan terakhir, puluhan warga sipil di zona de-eskalasi Idlib tewas dalam serangan udara jet Rusia dan rezim Bashar al-Assad yang menargetkan rumah sakit, masjid, daerah pemukiman, dan kamp-kamp pengungsian.
Dalam zona de-eskalasi, yang didukung oleh Turki, Rusia, dan Iran, tindakan agresi dilarang keras.
Idlib yang dikendalikan oleh kelompok bersenjata anti rezim telah menderita karena serangan udara selama dua bulan terakhir.
Selama bulan Januari saja, 211 warga sipil tewas dan 1.447 terluka.
Suriah telah terkepung dalam perang sipil sejak Maret 2011, ketika rezim Assad menyerang aksi protes kelompok pro-demokrasi dengan brutal.
Sementara pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang tewas dalam konflik tersebut, pejabat rezim mengatakan jumlah korban jiwa mencapai hampir 10.000 orang.