Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Desember 2019•Update: 02 Desember 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia mulai memompa pasokan gas ke China pada Senin melalui pipa gas Power of Siberia, yang juga dikenal sebagai rute timur.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping ikut serta dalam upacara peluncuran melalui telekonferensi, kata Kremlin dalam sebuah pernyataan yang dipublikasi di situs resminya.
Putin memuji acara itu sebagai sebuah peristiwa bersejarah dan mengatakan bahwa langkah tersebut akan membantu membawa kerja sama Rusia-China ke tingkatan yang baru.
"Tahun ini adalah peringatan ke-70 dari pembentukan hubungan diplomatik [antara Rusia dan China]. Dan tahun ini kita akan mulai memasok gas pipa Rusia ke China," ujar dia.
Putin menambahkan bahwa langkah ini membantu kedua negara menyelesaikan tugas yang ditetapkan bersama untuk membawa perdagangan bilateral mencapai angka USD200 miliar pada 2024.
Sementara itu, Presiden Xi mengatakan peluncuran pipa menandai tahap baru dalam hubungan bilateral antara kedua negara.
"Cabang timur pipa gas Rusia-China adalah proyek penting dalam kerja sama energi bilateral, itu berfungsi sebagai model integrasi yang dalam dari kerja sama yang saling menguntungkan antara negara kita," tutur dia.
Kontrak pembelian dan penjualan selama 30 tahun untuk pasokan gas Rusia ke China ditandatangani pada 2014 oleh perusahaan gas Rusia Gazprom dan Perusahaan Minyak Nasional (CNPC) China.
Untuk tujuan tersebut, Gazprom membangun pipa gas sepanjang 2.200 kilometer, yang diberi nama Power of Siberia.
Menurut perjanjian awal, Rusia akan memompa 38 miliar meter kubik gas ke China setiap tahun.