Şerife Çetin
12 April 2018•Update: 13 April 2018
Şerife Çetin
BRUSSELS
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dilaporkan akan melakukan kunjungan resmi ke Turki pada 16 April nanti.
Menurut informasi dari sumber diplomatik, Stoltenberg akan bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Kepala Staf Militer Hulusi Akar, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dan Menteri Pertahanan Nurettin Canikli.
Dalam kunjungan Sekjen NATO itu, kedua belah pihak akan membahas topik mengenai hubungan-hubungan Turki dengan NATO, perlawanan terhadap terorisme, persiapan pertemuan “Brussels Summit 2018” dan isu-isu regional lainnya.
Terkait operasi melawan terorisme yang dipimpin Turki di Suriah, Sekretaris Jenderal NATO pernah menuturkan bahwa Turki memiliki kekhawatiran keamanan yang sah.
Dalam perbincangan via telepon sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memaparkan kepada Stoltenberg bahwa Turki tak akan pernah menerima sebuah "pasukan” yang dipimpin oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah kelompok yang didominasi oleh teroris PYD/YPG di Suriah.
Percakapan telepon tersebut menyusul keputusan Amerika Serikat baru-baru ini untuk membentuk tentara perlindungan perbatasan di Suriah dengan teroris PYD/PKK.
Kepada Stoltenberg, Erdogan mengatakan bahwa dalam menghadapi perkembangan terakhir di Suriah, Turki akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasionalnya.
Erdogan menegaskan, "pembentukan sebuah pasukan", yang diperkirakan akan dipimpin oleh perintah SDF dan dikendalikan oleh organisasi teroris PYD/YPG, tidak akan pernah diterima.