Shadi Khan Saif
08 November 2017•Update: 08 November 2017
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Utusan PBB di Afganistan (UNAMA) pada Selasa menyampaikan kekhawatiran mengenai meningkatnya jumlah serangan di tempat-tempat ibadah.
Dalam sebuah laporan, UNAMA mencatat lonjakan tinggi dalam serangan terhadap tempat ibadah, tokoh agama dan jemaah, termasuk serangan di tempat ibadah dan penganut aliran Syiah.
Terhitung sejak 1 Januari 2016, mereka melaporkan terdapat sebanyak 833 korban sipil - 261 korban tewas dan 572 korban luka - dalam 42 serangan terkait agama dan ibadah.
Bulan lalu, satu masjid Sunni dan satu masjid Syiah di dua provinsi berbeda diserang oleh ledakan bunuh diri dan total membunuh 84 orang.
Kelompok teroris Daesh mengklaim menjadi dalang dibalik serangan sebuah masjid di Kabul yang menewaskan 54 orang pada 20 Oktober lalu. Di hari yang sama, sebuah bom juga diledakkan di masjid Sunni di provinsi Ghor, yang menargetkan komando militer setempat Fazal Ahmad Khan. Bom itu menewaskan 30 orang.
Presiden Ashraf Ghani mengatakan kedua serangan itu adalah tindakan kriminal anti-kemanusiaan dan melanggar semua ajaran agama Islam serta HAM.
UNAMA mengatakan jumlah korban sipil yang tewas karena serangan-serangan seperti itu sejak awal 2016 hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah korban yang tercatat selama 2009-2015.
"Hormati hukum, jangan targetkan jemaah dan tokoh agama," kata Tadamichi Yamamoto, utusan khusus PBB untuk Afganistan serta kepala UNAMA.
Laporan itu juga mengecam keras organisasi-organisasi anti-pemerintah yang diperkirakan sering menyerang jemaah dan pemimpin agama.