Muhammad Abdullah Azzam
02 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Mustafa Deveci
YERUSALEM
Tentara Israel menahan 11 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Menurut pernyataan tertulis yang dirilis oleh tentara Israel pada Senin, 11 warga Palestina ditahan dalam sebuah penggerebekan di berbagai wilayah di Tepi Barat karena "terlibat dalam aksi terorisme."
Seperti yang dilaporkan media Palestina, di antara warga yang ditahan tersebut terdapat seorang ibu beserta tiga anaknya yang suaminya terbunuh oleh pasukan Israel beberapa tahun yang lalu.
Pernyataan tersebut melaporkan bahwa kini anak-anak itu telah dibebaskan.
Sekitar 6.500 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk 62 perempuan dan sekitar 350 anak-anak.
Tentara Israel sering kali melancarkan razia di wilayah Tepi Barat dengan dalih untuk menangkap orang-orang Palestina "yang masuk daftar orang yang dicari".
Ketegangan telah meliputi wilayah Palestina sejak Desember lalu, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Yerusalem Timur - yang diduduki Israel pada 1967 - masih menjadi poros konflik Timur Tengah selama puluhan tahun, karena warga Palestina menginginkannya sebagai ibu kota Negara Palestina di masa mendatang.