Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
12 Agustus 2018•Update: 13 Agustus 2018
Levent Tok, Adham Kako dan Muhammad Misto
ANKARA
Sekitar 1.300 anggota teroris YPG/PKK telah dikirim ke Aleppo untuk mendukung rezim Bashar al-Assad dalam operasi militer melawan oposisi, sebagai bentuk kerja sama mereka.
Seiring kelompok teroris dan rezim Assad meningkatkan kerja sama mereka, pasukan Turki dan AS terus melanjutkan patroli gabungan sebagai bagian dari kesepakatan untuk menyingkirkan YPG/PKK dari wilayah tersebut.
Kelompok teror YPG/PKK dan rezim Assad sebelumnya telah meningkatkan hubungan mereka, dan telah mendikusikan kerja sama militer, otonomi ekonomi yang dikuasai oleh organisasi teroris tersebut, termasuk kerja sama dalam melawan Turki.
Menurut informasi yang diterima oleh koresponden Anadolu Agency di wilayah tersebut, ini adalah pertama kalinya organisasi teroris itu bertindakmendukung rezim dan melakukan operasi militer di wilayah pedesaan Aleppo dan Idlib.
Dalam kurun waktu dua pekan, organisasi teroris YPG/PKK mengirim sekitar 1.300 anggota mereka ke Alepppo untuk bergabung dalam operasi militer melawan kelompok oposisi. Bersama dengan itu, konvoi 100 orang terakhir telah tiba di Aleppo via Manbij pada Sabtu pagi.
Bersama dengan rezim dan pasukan militan yang didukung Iran, kelompok teroris ini akan bergabung dalam operasi militer di wilayah yang dikuasai oposisi di pedesaan sebelah barat Aleppo.
Dengan kekalahan di Afrin melalui Operasi Ranting Zaitun Turki awal tahun ini, yang telah menyingkirkan teroris di wilayah perbatasan Turki, YPG/PKK berencana untuk menguasai wilayah lain.
Dalam sebuah situs yang dicurigai berafiliasi dengan YPG/PKK, mereka menyatakan akan bergabung dengan operasi militer rezim melawan oposisi di Idlib dan Aleppo.
Dengan demikian, organisasi teroris ini berencana untuk meningkatkan hubungan yang baik dengan rezim dan Rusia dengan mendukung serangan rezim kepada oposisi.
Pada Juli, kelompok teroris YPG/PKK sepakat untuk menyerahkan beberapa ladang minyak yang paling menguntungkan ke rezim, sebagai akhir dari negosiasi yang terlah berjalan selama berminggu-minggu.
Setelah kesepakatan itu tercapai, hubungan antara rezim dan organisasi teroris mulai menguat.
Rezim dan YPG/PKK dilaporkan sepakat untuk membentuk polisi untuk mengamankan area Manbij yang diisi oleh pro-rezim dan anggota YPG/PKK.
Mereka juga mendiskusikan bagaimana mereka akan mengelola wilayah yang diduduki YPG/PKK di Ibu Kota Damaskus.
Menurut kalkulasi yang dilakukan oleh Anadolu Agency, rezim Assad mengendalikan 59 persen Suriah, sementara YPG/PKK mengendalikan 27,7 persen wilayahnya.