'Tiga perempat Masjid Al-Aqsa dibangun oleh Ottoman'
Nawaf Takruri mengatakan bahwa Turki menyikapi isu Al-Aqsa dengan kepedulian lebih dibandingkan negara lain
Mucahit Turetken
ISTANBUL
Tiga perempat bagian Masjid Al-Aqsa yang bersejarah di Yerusalem dibangun oleh imperium Ottoman, menurut seorang cendekiawan Palestina pada Sabtu.
"Al-Aqsa merupakan sebuah isu yang menyangkut seluruh komunitas Muslim. Kini kita melihat Turki memimpin komunitas ini," kata Nawaf Takruri, kepala Ikatan Ulama Diaspora Palestina di Luar Negeri, saat menghadiri pertemuan di Istanbul dengan ulama dan akademisi dari Turki, Palestina, dan sejumlah negara lainnya.
Terkait akar Ottoman di Al-Aqsa, Takruri mengatakan bahwa Turki menyikapi isu Al-Aqsa dengan kepedulian lebih dibandingkan negara lain.
Negara bagian Rakhine di Myanmar, Turkistan di Asia Tengah, dan Palestina "adalah masalah bersama umat [Muslim] dan bangsa," ujar dia.
"Mungkin ada perbedaan tapi kita tetap harus bersatu. Masalah di negara-negara itu saling terkait satu sama lain. Musuh ingin memecah dan memisahkan kita."
Masjid Al-Aqsa ialah situs tersuci ketiga umat Muslim sedunia.
Upaya Israel untuk membatasi akses ke Al-Aqsa telah melahirkan gelombang perlawanan Palestina untuk memperjuangkan haknya di bawah pendudukan Israel.
Turki telah meminta pemerintah Israel menghormati kesucian dan aspek bersejarah Al-Aqsa.
