Yasin Gungor, Merve Aydogan
28 Juli 2026•Update: 28 Juli 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik terbuka kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa, hanya beberapa jam sebelum keduanya dijadwalkan bertemu di Gedung Putih.
Trump menilai Netanyahu seharusnya menyampaikan kekhawatirannya mengenai fasilitas nuklir bawah tanah Pickaxe Mountain di Iran secara langsung kepadanya, bukan melalui pernyataan publik.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan dirinya terkejut mendengar Netanyahu mengumumkan persoalan tersebut kepada publik.
"Saya mendengar Bibi (Netanyahu) mengumumkan itu. Saya berkata, 'Mengapa tidak langsung mengatakan kepada saya? Mengapa harus mengumumkannya kepada seluruh dunia?'" kata Trump.
Trump menduga Netanyahu sengaja menyoroti fasilitas tersebut untuk mendorong Washington tetap terlibat dalam konflik dengan Iran.
"Tidak, saya tidak perlu Bibi memberi tahu saya soal itu. Bibi mengatakan hal itu karena dia ingin saya tetap terlibat," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat mengetahui secara rinci perkembangan di fasilitas tersebut dan "tahu persis apa yang sedang terjadi."
Trump mengatakan militernya telah "menghancurkan sebagian besar" infrastruktur militer Iran, tetapi fasilitas Pickaxe Mountain masih menjadi target. "Kami harus menghancurkan Pickaxe jika tidak tercapai kesepakatan... kami bisa menghancurkannya dengan sangat mudah," katanya.
Menanggapi kritik dari Israel terkait kemungkinan penjualan persenjataan Amerika Serikat kepada Turkiye, Trump kembali membela Ankara. Ia menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai sahabat dan menegaskan tidak ada pihak yang dapat menentukan jenis peralatan militer yang boleh dijual Amerika Serikat.
Trump dan Netanyahu dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada Selasa dengan agenda utama mencakup Iran, Gaza, dan situasi keamanan kawasan.
Ancam infrastruktur Iran
Trump juga melontarkan peringatan keras terkait infrastruktur sipil Iran. Ia mengklaim mampu "menyelesaikan semuanya" dengan menghancurkan seluruh jembatan utama di Iran hanya dalam hitungan jam.
"Butuh 10 tahun bagi mereka untuk membangun sebuah jembatan," katanya.
Trump juga mengklaim Amerika Serikat mampu melumpuhkan seluruh pembangkit listrik Iran dalam satu hari, yang menurutnya akan menyebabkan sekitar 91 juta penduduk kehilangan pasokan listrik.
Meski demikian, ia mengatakan tidak ingin menargetkan fasilitas desalinasi air karena hal itu akan berdampak langsung pada masyarakat sipil.
"Siapa yang akan saya rugikan? Yang rugi adalah rakyat. Jadi saya tidak ingin melakukan itu," ujarnya.
Pembicaraan dengan Iran
Di tengah ancaman tersebut, Trump mengatakan Washington saat ini sedang menggelar "pembicaraan yang sangat baik" dengan Teheran.
"Saya hanya menginginkan satu hal yang sangat sederhana, yaitu mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana, dan mereka telah menyetujuinya... sekarang kami hanya perlu membuatnya menjadi kesepakatan resmi," katanya.
Trump juga menepis pernyataan pejabat Iran yang membantah adanya pembicaraan mengenai isu nuklir.
"Entah mengapa, ketika kami sedang berada di tengah pembicaraan yang sangat baik, mereka keluar dan mengatakan kami tidak sedang berbicara atau tidak membahas isu nuklir," ujar Trump.