Ramazan Kaya, Omer Ertugrul
11 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Ramazan Kaya, Omer Ertugrul
YOZGAT, Turki
Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag mengatakan jika Amerika Serikat ingin mempertahankan hubungan dengan Turki, AS harus menarik dukungannya untuk teroris.
Berbicara dengan wartawan di provinsi Yozgat tengah pada Sabtu, Bozdag mengatakan bahwa AS harus menunjukkan pemahaman tentang kepekaan dan kekhawatiran Turki.
Dia mengulangi harapan Turki dan meminta A.S. untuk mengakhiri setiap jenis bantuan yang diberikan kepada kelompok teroris PYD / PKK.
“Turki ingin memiliki hubungan baik dengan AS, yang merupakan sekutu NATO; A.S. juga ingin memiliki hubungan baik dengan kita,” kata Bozdag.
“Kalau begitu jelas. Anda [AS] tidak akan mendukung teror, Anda tidak akan memberikan senjata kepada teroris, Anda tidak akan melatih para teroris,” imbuh dia.
Wakil perdana menteri tersebut juga mengingatkan ucapan pimpinan partai oposisi, Ketua Partai Rakyat Demokratik (CHP) Kemal Kilicdaroglu saat menjalani operasi Afrin. Kala itu, dia mengatakan: “Saya merasa tidak benar untuk memasuki pusat kota Afrin”.
Bozdag menilai: "Mengatakan 'jangan masuk pusat kota Afrin' sama saja dengan mengatakan 'jangan sentuh teroris yang ada di sana'.
“Sangat tidak mudah mendengar ini dikatakan oleh kepala partai oposisi utama.”
Bozdag menegaskan pemerintah Turki akan melanjutkan operasinya sampai wilayah Afrin benar-benar bersih dari teroris.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" untuk menggelar operasi dengan tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.