Maria Elisa Hospita
02 Agustus 2018•Update: 03 Agustus 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman menanggapi niatan Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi kepadanya dan menteri kehakiman lewat akun Twitter-nya.
"Kami memiliki properti di Amerika: FETO. Kami tidak akan meninggalkannya di sana. Kami akan mendapatkannya," Soylu bercuit pada Kamis.
Pernyataan Soylu muncul sehari setelah juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan bahwa AS akan menjatuhkan sanksi ke Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul, karena tidak membebaskan Pastor Amerika Andrew Craig Brunson, yang dituduh terlibat aktivitas terorisme di Turki.
Sanders menekankan bahwa AS akan memblokir properti - jika ada - milik dua menteri tersebut.
Salah satu menteri yang menjadi target sanksi, Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul, menegaskan bahwa dia tidak memiliki aset atau properti di luar Turki.
Menteri Luar Negeri Turki pada Rabu menentang keputusan Departemen Keuangan AS, dan mendesak pemerintahan AS untuk membatalkan "keputusan yang salah" tersebut.
Brunson telah dituduh melakukan kegiatan mata-mata untuk kelompok teroris PKK dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok yang mendalangi percobaan kudeta di Turki pada Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.
Ankara juga menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, kepolisian, dan pengadilan.