Muhammad Abdullah Azzam
19 Juli 2018•Update: 20 Juli 2018
Merve Aydogan
ANKARA
Pemerintah Turki pada hari Kamis mengutuk serangan rezim Bashar al-Assad di Kota Daraa dan Quneitra, barat daya Suriah.
Dalam konferensi persnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy berkata, “Kami mengutuk keras serangan-serangan ini. Serangan-serangan ini merusak upaya Astana dan Jenewa dalam mengurangi kekerasan dan menemukan solusi politik terhadap krisis."
"Kami tidak ingin skenario yang terjadi di Ghouta Timur, Homs Utara dan sekarang di barat daya Suriah ini terjadi lagi di Idlib," tambah Aksoy.
Aksoy juga mengingatkan kembali percakapan via telepon Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada 14 Juli lalu. Erdogan memperingatkan Putin bahwa perjanjian Astana akan dibatalkan jika rezim terus menyerang Idlib.
Aksoy menekankan bahwa rezim berusaha mencari solusi krisis melalui aksi militer. Namun Aksoy menambahkan bahwa cara-cara tersebut tidak akan menghasilkan ‘kepemerintahan yang sah’.
Berdasarkan hasil KTT di Astana tahun lalu, Daraa dan Quneitra telah ditetapkan sebgai zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.