Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Februari 2021•Update: 02 Februari 2021
Burak Bir
ANKARA
Turki mengecam keras kudeta di Myanmar yang diumumkan oleh militer negara Asia Tenggara itu pada Senin pagi.
Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan negara itu "sangat prihatin" dengan perebutan kekuasaan karena Turki menentang segala jenis intervensi militer.
Mendesak pembebasan segera semua pemimpin terpilih dan warga sipil ditahan dalam kudeta, Turki menyerukan parlemen baru, yang dibentuk oleh keinginan bebas rakyat, untuk bersidang secepat mungkin dan segera menghilangkan hambatan bagi pemimpin terpilih dan lembaga demokrasi.
Kementerian juga berharap perkembangan ini tidak memperburuk situasi Muslim Rohingya di Myanmar.
Militer Myanmar mengumumkan Senin pagi bahwa mereka telah merebut kekuasaan dan akan memerintah negara itu setidaknya selama satu tahun setelah menahan para pemimpin tertinggi negara itu.
Militer mengumumkan keadaan jam darurat setelah menahan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan anggota senior lainnya dari partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).