Merve Berker
06 Agustus 2021•Update: 06 Agustus 2021
ANKARA
Turki mengharapkan para aktor yang terlibat dalam masalah Siprus untuk membantu menemukan solusi atas perselisihan yang sudah berlangsung lama di pulau itu, daripada menyeret pembicaraan ke jalan buntu, kata otoritas Turki pada Kamis.
"Aktor yang terlibat dalam masalah Siprus kami undang untuk menjadi bagian dari solusi, dan meninggalkan pendekatan permusuhan mereka," ungkap Dewan Keamanan Nasional Turki, setelah rapat yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan di ibu kota Ankara.
Siprus telah terperosok dalam perselisihan selama puluhan tahun antara Yunani dan Siprus Turki, meski ada serangkaian upaya diplomatik oleh PBB untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif.
Menyinggung kebakaran hutan yang sedang berlangsung di selatan Turki selama seminggu, dewan tersebut mengatakan bahwa upaya untuk mengatasi kebakaran dibahas pada pertemuan tiga setengah jam, mereka juga membahas "kampanye disinformasi" dan langkah-langkah keamanan tambahan lainnya.
Menurut angka resmi, setidaknya delapan orang tewas sejak kebakaran dimulai di daerah pesisir selatan Rabu lalu.
Terkait serangan kelompok teror PKK, Dewan Keamanan Nasional Turki mengutuk negara-negara yang melindungi kelompok itu dan "mendorong mereka untuk melanjutkan serangan terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan kami."
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
Turki juga mendesak Armenia untuk meninggalkan "retorika dan tindakan agresifnya serta mematuhi komitmennya untuk mengembangkan kerja sama dengan negara-negara di kawasan."
Sikap agresif Armenia masih berlanjut setelah gencatan senjata yang ditengahi Rusia antara Armenia dan Azerbaijan tahun lalu yang telah mengakhiri bentrokan yang meletus di wilayah Azerbaijan Nagorno-Karabakh.
Selama konflik 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 permukiman dan desa dari pendudukan Armenia selama hampir tiga dekade.