Muhammad Abdullah Azzam
12 Februari 2021•Update: 12 Februari 2021
Baris Gundogan
ANKARA
Turki siap membantu meningkatkan efektivitas militer Irak melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya sebagai anggota NATO, kata menteri pertahanan Turki pada Kamis.
Berbicara di tempat latihan militer bersama Turki-Azerbaijan di kota Kars, Menhan Hulusi Akar mengatakan operasi Turki si perbatasan sejak 2016 telah menghancurkan koridor teror yang coba dibentuk oleh kelompok teroris di Suriah utara, dan tak dapat dibentuk kembali di sana.
Seandainya Turki tidak mengambil tindakan di sepanjang perbatasannya, maka masuknya pengungsi ke Eropa yang mungkin tak dapat dihindarkan, tegas dia.
Sejak 2016, Turki meluncurkan tiga operasi anti-teror yang berhasil di Suriah utara, melintasi perbatasannya, untuk mencegah pembentukan koridor teror dan untuk menjaga perdamaian bagi penduduk di sana.
Beralih ke masalah regional, Akar mengatakan Turki mengharapkan pihak ketiga bersikap objektif dan mengevaluasi masalah dengan menggunakan logika, dan akal sehat, termasuk terkait masalah Siprus, Laut Aegea, dan Mediterania Timur.
Yunani perlu menahan diri untuk tidak meningkatkan ketegangan dan berhenti menggunakan bahasa yang mengancam, kata Akar, menambahkan bahwa mereka harus melihat bahwa langkah seperti itu tidak akan membawa mereka ke mana-mana.
Hubungan dengan Libya
Akar juga menyoroti pentingnya peran Angkatan Bersenjata Turki dalam perkembangan terkini di Libya.
Pada 5 Februari, Libya memilih presiden sementara dan perdana menteri untuk memerintah negara itu sampai pemilihan Libya Desember ini.
Libya dilanda perang saudara sejak penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011.
Berbasis di ibu kota Tripoli dan saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, Pemerintah Kesepakatan Nasional didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB.
Tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang telah gagal karena serangan militer oleh milisi yang setia kepada jenderal Khalifa Haftar.
Pemerintah Al-Sarraj yang diakui secara internasional telah memerangi milisi Haftar sejak April 2019 dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.
Berdasarkan perjanjian kerja sama November 2019, Turki telah memberikan dukungan kepada pemerintah Libya dalam memukul mundur milisi Haftar.