Muhammad Abdullah Azzam
11 September 2020•Update: 11 September 2020
Handan Kazanci
ISTANBUL
Turki pada Kamis mengecam pernyataan "arogan" oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dibuat dengan "refleks kolonial."
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Macron membahayakan kepentingan Uni Eropa (UE) dengan "sikap individual dan nasionalisnya."
Pernyataan Macron berusaha "memberikan pelajaran dengan berbicara secara pedantis dengan refleks kolonial lamanya," tambah pernyataan itu.
Menjelang KTT negara-negara Uni Eropa di Mediterania yang mengecualikan Turki, Macron mengatakan, "Kita harus keras dengan pemerintah Turki dan bukan dengan rakyat Turki."
Kementerian Turki itu menekankan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan adalah salah satu pemimpin di Eropa yang terpilih dengan perolehan suara terbanyak.
“Presiden kami selalu mendapatkan mandat dari rakyat Turki. Rakyat Turki dan pemerintahnya selalu memiliki satu hati dalam menghadapi masalah seperti itu dan akan terus melakukannya, ”tambah pernyataan itu.
Turki meminta Prancis untuk "mengambil sikap yang mendukung rekonsiliasi dan dialog," ketimbang "bertindak membabi buta sebagai pendukung Yunani dan Siprus Yunani, yang mengambil langkah sepihak dan provokatif dan menyandera UE karena kepentingan mereka yang berpikiran sempit.”
Ketegangan regional baru-baru ini meningkat karena masalah eksplorasi energi di Mediterania Timur.
Yunani dan negara-negara lain mencoba untuk menguasai wilayah maritim Turki dan hak eksplorasi energi, meski tidak ada negara yang memiliki garis pantai yang lebih panjang di kawasan Mediterania.
Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif yang sangat besar, melanggar kepentingan Turki.
Ankara juga mengatakan sumber energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara (TRNC) - yang telah mengeluarkan lisensi perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum - dan pemerintahan Siprus Yunani di Siprus Selatan.
Dialog untuk berbagi sumber daya ini secara adil akan jadi solusi bersama bagi semua pihak, kata otoritas Turki.