Dandy Koswaraputra
21 Desember 2018•Update: 21 Desember 2018
Mesut Zeyrek
COLOGNE, Jerman
Persatuan Demokrat Internasional (UID) dan Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) meluncurkan kampanye bantuan Kamis untuk mengumpulkan uang bagi orang-orang di Yaman yang dilanda perang.
"11,3 juta anak-anak Yaman menghadapi kematian karena kelaparan, kehausan, penyakit dan kurangnya pasokan medis, dan sayangnya, setiap 10 menit, seorang anak tewas di Yaman," kata Bulent Bilgi, kepala UID, kepada wartawan di markas serikat pekerja di Berlin, Jerman.
Ajakan terutama bagi mereka yang tinggal di negara-negara Eropa untuk membantu Yaman, Bilgi mengatakan hampir 22 juta orang, atau 60 persen dari populasi negara itu, membutuhkan bantuan kemanusiaan segera.
Bilgi mengingatkan bahwa ribuan orang tewas dan puluhan ribu terluka di Yaman selama konflik yang berlangsung sejak 2015.
"Jutaan orang mengungsi karena konflik. Sebagai negara yang mengimpor makanan, pasokan medis dan bahan bakar minyak, Yaman berada dalam krisis besar," kata Bilgi, yang mendesak orang-orang untuk tidak menutup mata terhadap tragedi kemanusiaan di Yaman.
Yaman telah dirundung konflik sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sana'a, memaksa pemerintah untuk mengambil tempat tinggal sementara di kota pantai Aden.
Pada 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk mengembalikan keuntungan Houthi.
Sementara koalisi pimpinan-Saudi telah berhasil merebut beberapa wilayah kembali dari Houthis, kelompok pemberontak Syiah tetap kuat berlindung di Sana'a dan di beberapa bagian lain negara.