Faruk Zorlu
ANKARA
Salah satu minoritas Kristen tertua di dunia, Arame Suriah, pada Sabtu pagi mendesak NBC News untuk tidak menyesatkan publik dengan meliput laporan palsu tentang Operasi Mata Air Perdamaian Turki.
NBC News pada Kamis mengklaim bahwa dua warga Kristen Suriah tewas dalam serangan Turki, mengutip milisi Dewan Militer Syriac.
Kantor berita itu melaporkan bahwa Baderkhan Ahmad, seorang jurnalis Suriah-Kurdi yang berbasis di Kota Qamishli, Suriah timur laut, mengatakan seorang ibu Kristen dan anaknya tewas di wilayah tersebut.
Dalam sebuah cuitan di Twitter, Dewan Dunia Aram mengatakan tidak ada umat Kristen yang terbunuh di Suriah timur laut selama Operasi Mata Air Perdamaian Turki.
"Kepada media: harap verifikasi sumber-sumbermu. Setidaknya kutip juga non-YPG. Perbaiki artikelmu saat ini. Jangan menyesatkan pembaca dan publikmu. Berhentilah menakuti orang-orang kami di rumah!" tambah dewan tersebut.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.