Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 Februari 2021•Update: 24 Februari 2021
Agnes Szucs
BRUSSELS
Komisi Eropa sedang mempersiapkan sertifikat vaksin digital yang diharapkan dapat diakui secara global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan virtual Uni Eropa pada Selasa, Maros Sefcovic, wakil presiden Komisi Eropa yang bertanggung jawab atas serikat energi, mengonfirmasi bahwa badan eksekutif UE sedang mengerjakan sertifikat elektronik vaksin Covid-19.
“Penting bagi kami untuk memiliki sistem yang kompatibel di dalam negara anggota UE, dan kami mendorong kompatibilitas global pada catatan vaksinasi elektronik ini, sebaiknya di bawah naungan WHO,” kata Sefcovic.
Namun, kata dia, sertifikat vaksin harus digunakan dulu untuk keperluan medis.
"Setelah sistem catatan vaksinasi beroperasi dan Pusat Eropa untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (ECDC) memberikan nasihat ilmiahnya, kita bisa memutuskan tentang penggunaan lain dari catatan vaksinasi elektronik terkait perjalanan antara negara-negara UE dan di luar blok," ungkap Sefcovic.
Kepala negara dan pemerintah Uni Eropa akan membahas gagasan paspor perjalanan selama KTT virtual mereka pada Kamis.
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis pada Januari mengusulkan sertifikat vaksinasi Covid-19 di seluruh UE untuk perjalanan dalam upaya menyelamatkan musim pariwisata yang akan datang.
Blok Eropa tersebut menargetkan untuk memvaksinasi 70 persen populasi orang dewasa pada akhir September.
"Sejauh ini, 40,7 juta suntikan Covid-19 telah diberikan dan 300 juta dosis akan didistribusikan pada kuartal kedua tahun ini," kata Sefcovic.
UE telah menandatangani perjanjian pembelian lanjutan dengan enam perusahaan bioteknologi, yakni Pfizer-BioNTech, Moderna, AstraZeneca, CureVac, Johnson & Johnson dan Sanofi/GlaxoSmithKline, untuk membeli sekitar 2,6 miliar dosis vaksin.