Ayhan Şimşek
08 April 2026•Update: 08 April 2026
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan harapannya agar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dapat membuka jalan bagi perundingan damai serta mencegah krisis energi global.
Dalam pernyataan pada Rabu, Merz mengatakan pemerintah Jerman menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang dicapai kedua negara dan mengapresiasi peran Pakistan dalam memfasilitasi kesepakatan tersebut.
“Pemerintah Jerman menyambut gencatan senjata dua pekan yang disepakati oleh Amerika Serikat dan Iran tadi malam. Kami berterima kasih kepada Pakistan atas perannya dalam memediasi kesepakatan penting ini,” ujarnya.
Merz menekankan bahwa hanya solusi diplomatik yang dapat menjamin stabilitas kawasan, melindungi warga sipil Iran, serta mencegah krisis ekonomi global.
“Tujuan sekarang haruslah merundingkan akhir perang yang berkelanjutan dalam beberapa hari ke depan. Hal ini hanya dapat dicapai melalui jalur diplomatik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Jerman mendukung upaya diplomatik tersebut dan terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat serta mitra lainnya.
“Jerman akan berkontribusi secara tepat untuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” ujarnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan pada Selasa bahwa ia setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang berperan dalam memediasi kesepakatan, menyatakan telah mengundang delegasi Iran dan AS ke Islamabad pada Jumat untuk melanjutkan perundingan.
Ia juga menyebut bahwa kedua negara bersama sekutunya telah menyepakati gencatan senjata segera di seluruh zona konflik, termasuk Lebanon.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan ofensif gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini menewaskan lebih dari 1.400 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.