Astudestra Ajengrastrı
07 Juli 2018•Update: 08 Juli 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Seorang wanita yang mengaku diraba-raba oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau saat event penggalangan dana beberapa tahun lalu angkat suara pada Jumat, membuka namanya kepada publik dan meminta tak diganggu lagi.
Membela diri, Trudeau berkata dia tidak pernah melakukan "perbuatan tidak senonoh" tersebut. Namun di Twitter, Rose Knight berkata insiden itu benar terjadi di acara Festival Musik Creston pada Agustus 2000.
Knight yang saat itu bekerja sebagai reporter untuk koran Creston Valley Advance ditugasi untuk meliput acara tersebut. Setelah acara selesai, muncul sebuah artikel dengan judul 'Buka Mata' yang menuliskan dugaan perabaan tersebut, tapi saat itu Knight tidak bertindak apa-apa dan insiden itu seakan menghilang.
Sampai beberapa pekan lalu, saat tuduhan ini menyeruak lagi dan menimbulkan spekulasi di Kanada karena Trudeau dikenal sebagai seorang pembela feminis dan menyatakan tak akan menolerasi perilaku semacam itu.
Knight berkata di Twitter, dia memutuskan membuka ceritanya lantaran tekanan yang luar biasa.
"Saya mengeluarkan pernyataan ini dengan enggan, sebagai renspos atas tekanan media yang memaksa saya mengakui bahwa saya adalah reporter yang ditulis dalam editorial Buka Mata, yang diterbitkan oleh Creston Valley Advance pada Agustus 2000," tukas Knight dalam pernyataannya. "Insiden yang dilaporkan dalam artikel itu benar terjadi.
"Pak Trudeau meminta maaf kepada saya sehari setelahnya. Saya tidak menindaklanjuti insiden kala itu dan saya tidak akan menindaklanjuti insiden itu sekarang. Saya tidak pernah berhubungan dengan Pak Trudeau, sebelum atau setelah dia menjadi perdana menteri."
Knight, yang saat ini sudah tidak menjadi jurnalis, mengatakan bahwa baginya insiden itu sudah selesai.
Trudeau, yang saat kejadian itu berusia 28 tahun, belum memeberikan reaksi secara publik atas cuitan Knight namun pada Kamis menyatakan dirinya tak ingat telah melakukan tindakan tidak senonoh tersebut, meski mengaku dia telah meminta maaf.
"Dalam beberapa pekan terakhir, sejak berita ini muncul, saya mengingat kembali, kita semua pasti pernah mengingat kembali, tindakan-tindakan kita di masa lalu," kata dia. "Dan seperti yang sudah saya katakan, saya yakin tidak pernah berbuat tidak pantas... Orang-orang, terutama wanita, mengalami interaksi dalam konteks profesional dan dalam konteks-konteks lain secara berbeda dengan pria.
"Saat itu saya meminta maaf karena saya merasa dia telah mengalami sesuatu dengan cara berbeda dari perlakuan atau pengalaman saya."