Maria Elisa Hospita
08 Februari 2018•Update: 09 Februari 2018
Mohamed al-Samei
SANAA
Perdana Menteri Yaman Ahmed Obeid bin Daghr pada Rabu mendesak Arab Saudi dan koalisi militer yang memerangi pemberontak Houthi untuk menyelidiki bentrokan di kota pesisir Aden, Yaman.
Bentrokan antara kelompok separatis selatan dan pasukan pemerintah berlangsung selama tiga hari di Aden.
Bentrokan meletus setelah Dewan Transisi Selatan menuding pemerintah yang didukung Saudi mendorong Yaman jatuh ke ambang kelaparan.
Dalam pertemuan kabinet kemarin, bin Daghr menyebut bentrokan tersebut sebagai "upaya kudeta" terhadap Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi.
"Bin Daghr mendesak Arab Saudi dan koalisi Arab untuk memulai penyelidikan atas insiden yang terjadi baru-baru ini di Aden," kata seorang sumber kepada Anadolu Agency.
Bentrokan terhenti setelah Hadi dan koalisi pimpinan Arab meminta kedua belah pihak untuk melakukan gencatan senjata.
Aden berfungsi sebagai ibu kota sementara bagi pemerintahan Hadi, sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota Sanaa.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Sunni melancarkan serangkaian kampanye militer di Yaman untuk mengambil alih wilayah yang dikuasai Houthi.