Cihan Demirci
01 Maret 2018•Update: 01 Maret 2018
Cihan Demirci
EDIRNE, Turki
Pasukan keamanan Yunani pada Rabu diduga menelantarkan 29 migran tak berdokumen di Sungai Meric, di sisi Turki, yang mengalir melewati kedua negara melalui Balkan.
Para migran ditahan pada Selasa selama semalam di Yunani.
Pasukan perbatasan Turki menemukan para migran terdampar di dekat Pulau Serem.
Dari kelompok migran yang berhasil diselamatkan, dua berada dalam kondisi kritis, dan telah dibawa ke rumah sakit daerah.
Para migran berasal dari Iran, Bangladesh, Afghanistan, Pakistan, Suriah, Palestina, dan Aljazair.
"Polisi menahan kami. Kami menunggu di sana selama beberapa waktu sebelum mereka membawa kami ke sisi lain Turki dengan perahu militer," tutur Mustafa Bilkasim, 25, migran asal Libya.
Dia mengatakan bahwa dia ingin pulang ke keluarganya di Eropa.
Sementara itu, Kasim Emin, 27, migran dari Palestina, mengungkapkan perlakuan buruk dari polisi Yunani.
"Kami ditahan dan dipukuli oleh kelompok pria bersenjata dan berseragam. Mereka mengambil paksa telepon genggam kami. Kami bahkan ditelantarkan di tengah salju selama hampir 13 jam," ungkap Emin.
Sungai Meric digunakan sebagai jalur utama bagi migran ilegal yang hendak menyeberang ke Eropa, sejak perang sipil Suriah meletus pada 2011.