Muhammad Nazarudin Latief
22 Februari 2018•Update: 22 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah mengakui sebagian pelaku IKM belum melek perkembangan teknologi telekomunikasi, termasuk pemasaran online.
Sebagian besar malah tidak tahu prosedur untuk memasarkan produknya pada marketplace, kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kamis.
Karena itu, pemerintah akan membantu para pelaku IKM ini mengenal teknologi ini.
“Bersama Kominfo [Kementerian Komunikasi dan Informasi], kami akan membantu agar mereka lebih siap menghadapi. Kalau tidak, ini semua akan tertinggal,” ujar dia.
Dengan cara ini, tambah dia, perlahan-lahan produk IKM yang dipasarkan pada marketplace akan bertambah.
“Ini catatan bagi pemerintah untuk menyusun roadmap e-commerce, dengan komitmen yang sama untuk kepentingan ekonomi kita,” ujar dia.
Menurut Menteri Enggar, para pengelola marketplace menyepakati hal ini. Bahkan sebagian sudah menjalankan program edukasi dan pembinaan pada IKM, namun masih sporadis.
“Anak-anak muda ini memberikan respons positif, mereka bilang siap membantu IKM,” ujar dia.
Pemerintah juga akan segera membentuk platform database online Industri Kecil dan Menengah (IKM) lengkap dengan jenis dan kemampuan produksinya untuk diakses oleh pengelola marketplace di Indonesia.
Dengan demikian, pengelola marketplace bisa memilih, produk mana saja yang bisa dipajang dalam etalase dagangan mereka.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan ini adalah langkah pertama untuk meningkatkan aksebilitas pelaku IKM pada marketplace e-commerce.
Data tentang IKM, menurut Menteri Enggar, nantinya diambil dari dinas-dinas perdagangan di daerah setelah disesuaikan dengan kriteria tertentu yang akan dirumuskan oleh pemerintah dan Indonesia Ecommerce Association (IdEA).
“Kita nanti susun kriteria dan persyarakat yang harus dipenuhi IKM agar bisa masuk database,” ujar Menteri Enggar di Jakarta, Kamis.
Kepala Divisi Edukasi Ritel IdEA Mohammad Rosihan mengatakan persoalan utamanya adalah kapasitas IKM untuk bisa memproduksi barang berkualitas yang memenuhi kualifikasi marketplace.
“Marketplace hanya pasar. Kami bersama pemerintah bersinergi mengedukasi dan meningkatkan kapasitas IKM hingga siap ke marketplace,” ujar dia.
Kendala yang dihadapi IKM biasanya mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi dan literasi mereka tentang e-commerce.
“Banyak hal yang belum siap, itu harus diurus dulu sebelum kami rumuskan aturan,” ujar Rosihan.