Muhammad Latief
JAKARTA
Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perdagangan, akan meniadakan gudang di Papua untuk memotong rantai distribusi barang di provinsi ujung Indonesia ini.
Selama ini, kata Direktur Utama PPP Agus Andiyani, harga kebutuhan pokok Papua lebih tinggi ketimbang tempat lain di Indonesia karena biaya logistik dan transportasi yang sangat mahal.
Persoalan infrastruktur yang terbatas dan medan pegunungan yang sangat sulit ditempuh membuat persoalan menurunkan harga di Papua “tidak pernah mudah”.
Agus menjelaskan, rute perjalanan barang ke pelosok Papua biasanya dimulai dari Surabaya dengan menempuh perjalanan laut menuju ke Pelabuhan Pomako, Timika, untuk kemudian ditumpuk terlebih dahulu di gudang.
Selanjutnya, barang dari gudang diangkut dengan pesawat kargo ke Wamena, baru dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Puncak Jaya. Kerap kali, bahan kebutuhan pokok harus kembali menginap di gudang karena menunggu jadwal armada pengangkut.
Dari Wamena ke pelosok-pelosok lain Papua, sebut Agus, jalur transportasi susah diakses.
Jalur Timika, meski bisa ditempuh lewat darat tapi harus menggunakan konvoi dalam jumlah besar, minimal 10 truk kontainer.
“Untuk menghindari gangguan, mulai dari tanah longsor, binatang buas, maupun serangan dari pihak lain,” beber Agus.
Untuk bisa menurunkan harga kebutuhan pokok, kata Agus lagi, mengurangi biaya sewa gudang menjadi taktik efisiensi yang dipilih PPI.
Menurutnya, dengan menyesuaikan jadwal antarmoda transportasi, barang di Pelabuhan Pomaka bisa langsung diangkut ke Timika tanpa diinapkan. Pun begitu di Timika, waktu tiba barang disesuaikan dengan jadwal penerbangan ke Wamena, kemudian langsung diangkut dengan armada truk berkapasitas 5 ton sesaat setelah mendarat.
Agus mengakui, model ini baru uji coba. Namun jika transportasi lancar, harga tiga kebutuhan pokok yakni gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu, bisa turun sampai 25 persen.
Kini, harga gula pasir di Puncak Jaya mencapai Rp29-40 ribu per kilogram, harga minyak Rp31 ribu per kilogram, dan tepung terigu Rp24 ribu per kilogram.
Bila biaya sewa gudang tak lagi dibebankan pada pembeli, maka harga gula pasir akan dijual dengan harga Rp21.750 per kilogram, minyak goreng Rp 23.250 per kilogram, dan tepung terigu Rp18 per kilogram.
“[Kebutuhan pokok] akan kita salurkan ke Puncak Jaya melalui tiga toko dan satu kantor pos,” ujar Agus.
Setelah persoalan transportasi kelar, PPI akan menyelesaikan persoalan di hulu. Dengan cara, “membuat kontrak dengan produsen agar ada keberlanjutan suplai,” kata Agus.
news_share_descriptionsubscription_contact
