Tuba Şahin
07 Mei 2021•Update: 08 Mei 2021
ANKARA
Bank Sentral Turki pada Kamis mempertahankan 7-Day Reverse Repo Rate (B17DRR) alias suku bunga acuan di posisi 19 persen, sejalan dengan ekspektasi pasar.
"Dengan mempertimbangkan tingkat inflasi dan perkiraan inflasi yang tinggi, kebijakan moneter saat ini akan dipertahankan sampai penurunan signifikan bedasarkan perkiraan Laporan Inflasi April tercapai," kata Komite Kebijakan Moneter bank dalam sebuah pernyataan.
Pekan lalu, bank menaikkan perkiraan inflasi akhir tahun menjadi 12,2 persen untuk tahun ini. Inflasi diperkirakan akan berfluktuasi antara 10 persen dan 14,4 persen hingga akhir 2021, kata dia.
Bank juga menaikkan perkiraan inflasi untuk 2022 menjadi 7,5 persen, naik dari 7 persen, sambil mempertahankan target 5 persen untuk tahun 2023.
"Bank Sentral akan terus tegas menggunakan semua instrumen yang tersedia dalam mengejar tujuan utama stabilitas harga," kata komite itu.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa tingkat kebijakan akan ditentukan pada tingkat di atas inflasi untuk mempertahankan efek disinflasi yang kuat sampai indikator yang kuat menunjukkan penurunan inflasi yang permanen dan target 5 persen jangka menengah tercapai.
Sebuah survei yang dilakukan Anadolu Agency pada Senin mengungkapkan bahwa 27 ekonom memperkirakan tidak ada perubahan dalam suku bunga.