Aysu Biçer,Gökhan Ergöçün
14 Juli 2021•Update: 15 Juli 2021
Gokhan Ergocun, Aysu Bicer
ISTANBUL
Bank Sentral Turki pada hari Rabu mempertahankan suku bunga repo satu minggu - juga dikenal sebagai suku bunga kebijakan - stabil di level 19 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Setelah pertemuan Komite Kebijakan Moneter ketujuh tahun ini, bank sentral memberikan keterangan sebagai berikut: "Pemulihan yang kuat dalam permintaan global, tren kenaikan harga komoditas, kendala pasokan di beberapa sektor dan kenaikan biaya transportasi telah menyebabkan kenaikan harga produsen dan konsumen secara internasional."
"Efek dari kenaikan inflasi global dan ekspektasi inflasi di pasar keuangan internasional tetap signifikan," tambah keterangan itu.
Sebanyak 15 ekonom yang disurvei Anadolu Agency pekan lalu memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga.
Bank juga mempertahankan suku bunga acuan konstan pada 19 persen dalam pertemuan Komite Kebijakan Moneter sebelumnya bulan lalu.
Tingkat inflasi tahunan Turki mencapai 17,53 persen pada bulan Juni, menurut data terbaru dari Badan Statistik Turki.
Permintaan domestik sedikit menurun karena pengetatan kondisi keuangan dan pembatasan yang dimaksudkan untuk mengekang infeksi virus korona, bank mencatat, meskipun menambahkan bahwa permintaan eksternal tetap kuat.
“Percepatan peluncuran vaksinasi di dalam negeri memfasilitasi pemulihan di sektor jasa dan pariwisata, yang terkena dampak pandemi, dan mengarah pada komposisi yang lebih seimbang dalam kegiatan ekonomi,” tambahnya.
Bank sentral menekankan bahwa kebijakan moneter yang ketat telah berdampak positif pada neraca transaksi berjalan, yang diperkirakan akan mengalami surplus untuk sisa tahun ini.
"Dengan mempertimbangkan tingginya tingkat inflasi dan ekspektasi inflasi, sikap kebijakan moneter ketat saat ini akan dipertahankan dengan tegas sampai ada penurunan inflasi."
Ini menggarisbawahi bahwa bank sentral Turki akan terus menggunakan instrumennya untuk stabilisasi harga.
'Penurunan suku bunga paling cepat awal kuartal keempat'
Cristian Maggio, kepala strategi pasar berkembang di TD Securities yang berbasis di Kanada, menekankan bahwa dinamika inflasi di Turki masih tampak mengecewakan.
Dia juga mengatakan bahwa saat ini, "sangat sulit untuk dilakukan pelonggaran pada bulan Agustus."
Dia menambahkan: "Bank Sentral Republik Turki akan memotong suku bunga paling cepat awal kuartal keempat
"Inflasi utama naik tajam menjadi 17,5 persen secara tahunan di bulan Juni, jauh melebihi ekspektasi," kenang Phoenix Kalen, direktur strategi pasar negara berkembang di Societe Generale yang berbasis di Paris.
"Kami memperkirakan suku bunga tidak berubah pada November dan memperkirakan penurunan suku bunga 100 basis poin pada kuartal keempat," kata dia.