İqbal Musyaffa
03 Januari 2019•Update: 04 Januari 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Belanja negara selama tahun 2018 hampir mencapai 100 persen dengan realisasi belanja sebesar 99,2 persen dari target APBN 2018.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan belanja negara selama 2018 mencapai Rp2.202,2 triliun dari target belanja Rp2.220,7 triliun dan tumbuh sebesar 9,7 persen dari tahun 2017.
Belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp1.444,4 triliun atau 99,3 persen dari target Rp1.454,5 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp757,8 triliun atau 98,9 persen dari target Rp766,2 triliun.
Lebih lanjut, Menteri Sri menguraikan belanja negara untuk pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp836,2 triliun atau mencapai 98,7 persen dari target Rp847,4 triliun.
Selain itu, belanja pemerintah pusat juga digunakan untuk belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp608,2 triliun atau 100,2 persen dari target Rp607,1 triliun.
“Belanja non-K/L juga termasuk belanja untuk subsidi selama 2018,” ungkap Menteri Sri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu sore.
Subsidi yang diberikan pemerintah selama 2018 menurut Menteri Sri, antara lain sebesar Rp97 triliun untuk subsidi BBM dan LPG. Angka ini mencapai 207 persen dari target dalam APBN yang ditetapkan sebesar Rp46,9 triliun.
“Subsidi BBM dan LPG pada 2018 lebih besar dari 2017 yang sebesar Rp47 triliun,” jelas Menteri Sri.
Kemudian, pemerintah juga memberikan subsidi listrik sepanjang 2018 sebesar Rp56,5 triliun atau 118,6 persen dari target Rp47,7 triliun. Subsidi listrik pada 2018 juga lebih besar dari 2017 yang sebesar Rp50,6 triliun.
Selain subsidi energi, dia mengatakan pemerintah juga mengeluarkan subsidi nonenergi sebesar Rp63,3 triliun atau 102,5 persen dari target Rp61,7 triliun.
Belanja negara lainnya dari pemerintah pusat berasal dari belanja pegawai sebesar Rp346,7 triliun atau 94,8 persen dari target, belanja barang Rp337 triliun atau 99,1 persen dari target, dan belanja modal sebesar Rp184,9 triliun atau 90,7 persen dari target.
Menteri Sri menambahkan belanja pemerintah pusat juga terpakai untuk pembiayaan bunga utang sebesar Rp258,1 triliun atau 108,2 persen. Kemudian belanja juga dipakai untuk belanja hibah Rp1,5 triliun.
“Selama 2018 kita juga gunakan belanja untuk bantuan sosial sebesar Rp83,9 triliun atau 103,2 persen dari target APBN 2018 serta belanja lain-lain sebesar Rp15,6 triliun atau 23,2 persen dari target APBN,” urai dia.