İqbal Musyaffa
04 Juni 2018•Update: 04 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia akan mendorong negara-negara maju yang sedang melakukan normalisasi kebijakan moneter agar melakukan sinkronisasi kebijakan.
Gubernur BI Perry Warjiyo seusai rapat persiapan pertemuan tahunan IMF dan World Bank di Jakarta, Senin, mengatakan pembahasan mengenai sinkronisasi tersebut akan dibahas pada pertemuan tahunan IMF dan World Bank pada Oktober mendatang.
Dalam dua tahun terakhir menurut dia Amerika Serikat sudah melakukan normalisasi kebijakan moneter kemudian tahun depan akan diikuti oleh Eropa dan Jepang.
“Yang mau kita angkat dalam meeting ini, adalah bagaimana sinkronisasi kebijakan moneter antara negara maju berjalan baik sehingga berdampak minimal kepada negara berkembang termasuk Indonesia,” ungkap Perry.
Dia menambahkan, pada Oktober mendatang juga akan dibahas tentang global financial safety net atau jaring pengaman keuangan global untuk bisa melindungi negara berkembang termasuk Indonesia dan juga untuk meningkatkan kerja sama dengan regional financial arrangement, termasuk juga reformasi di dalam tata kelola IMF.
“Annual meeting Oktober nanti bermanfaat bagi Indonesia untuk bisa menunjukkan peran dalam mengawal perekonomian dunia dan pada saat yang sama juga bermanfaat bagi perekonomian Indonesia dan region,” urai Perry.
Indonesia menurut Perry, akan memanfaatkan pertemuan tahunan nanti untuk bisa memperkuat sistem moneter internasional dalam menghadapi tantangan global dan bisa mengawal transisi perekonomian dunia dengan tetap menjaga stabilitas.