Muhammad Nazarudin Latief
09 Juli 2018•Update: 10 Juli 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia bertambah 580 juta setara barel minyak pada semeter I/2018.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan penambahan ini terjadi karena ada 26 rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD) yang disetujui pemerintah.
Menurut Amien, penambahan cadangan tersebut berdampak signifikan pada pencapaian rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/RRR) hingga 148 persen dari target kinerja sebesar 100 persen.
“Ini mendukung pasokan energi dan stabilitas perekonomian nasional,” ujar Amien dalam siarannya, Senin.
Menurut Amien, penerimaan kegiatan hulu migas mencapai USD8,5 miliar atau sekitar Rp115 triliun. Jumlah ini sudah mencapai 71 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar USD 11,9 miliar. Kondisi ini membuat pihaknya yakin, bisa mencapai penerimaan hingga 120 persen pada akhir 2018.
Menurut Amien, pemerintah berusaha menekan penurunan produksi secara alamiah dengan penemuan sumur-sumur baru. Capaian lifting minyak bumi sudah mencapai 1,923 juta setara barel minyak per hari (boepd) atau sekitar 96 persen dari target APBN sebesar 2 juta boepd.
Rincinya, lifting minyak bumi sebesar 771 ribu barel per hari (bopd) atau 96 persen dari target sebesar 800 ribu bopd. Sedangkan realisasi lifting gas bumi sebesar 1,152 juta boepd atau 96 persen dari target yang sebesar 1,2 juta boepd.
Percepatan penyelesaian proyek dilakukan, dengan memprioritaskan kegiatan yang menjaga tingkat produksi.
"Ada lima proyek yang mulai berproduksi pada 2018, akan memberikan tambahan sebesar 7.800 bopd dan 98 juta kaki kubik per hari hingga akhir tahun," kata dia.
Amien mengakui, kegiatan hulu migas seperti survei, pengeboran, perawatan dan kerja ulang sumur belum dilakukan secara maksimal.
Realisasi survei seismik dua dimensi (2D) sepanjang 237 kilometer (km) atau 4 persen dari target rencana kerja dan anggaran (WP&B) yang sepanjang 4.666 km.
Seismik tiga dimensi (3D) terealisasi seluas 1.541 kilometer persegi (km2) dari target 5.382 km2 atau sekitar 26 persen dari target. Untuk sumur eksplorasi ditarget 11 sumur dari rencana 104 sumur atau terealisasi 10 persen. Sumur pengembangan dari rencana 289 sumur dibor 129 sumur atau terealisasi 45 persen.
Sedangkan kerja ulang, dari target 637 sumur terealisasi 324 sumur atau 51 persen dan perawatan sumur dari rencana 56.184 dilaksanakan 31.151 kegiatan atau terealisasi 55 persen.
Hal ini menyebabkan investasi 2018 baru terealisasi sebesar USD 3,9 miliar dari kesepakatan dalam WP&B yang sebesar USD14,2 miliar atau baru mencapai 27 persen. Sementara itu, pengembalian biaya operasi (cost recovery) sebesar USD 5,2 miliar atau 51 persen dari target APBN 2018 sebesar USD 10,1 milliar (unaudited).