Mertkan Oruç, Mehmet Can Toptaş
31 Agustus 2026•Update: 31 Agustus 2026
Ekonomi Turkiye tumbuh 2,3 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026, melanjutkan pertumbuhan selama 24 kuartal berturut-turut, meski angka tersebut berada di bawah perkiraan ekonom sebesar 2,8 persen.
Institut Statistik Turkiye (TUIK) pada Senin mengumumkan data Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal kedua tahun ini, yang mencakup periode April-Juni.
Menurut data tersebut, estimasi awal PDB kuartal kedua 2026 berdasarkan indeks volume berantai meningkat 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, ekonomi Turkiye mencatat pertumbuhan selama 24 kuartal berturut-turut.
Berdasarkan metode produksi, PDB atas dasar harga berlaku meningkat 36 persen secara tahunan menjadi 19,87 triliun lira Turkiye pada kuartal kedua.
Nilai PDB pada kuartal tersebut tercatat sebesar 483,35 miliar dolar AS berdasarkan harga berlaku.
Dilihat berdasarkan sektor pembentuk PDB, pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,3 persen secara tahunan pada kuartal kedua, berdasarkan indeks volume berantai.
Sektor informasi dan komunikasi tumbuh 8,6 persen, sementara administrasi publik, pendidikan, kesehatan manusia, dan kegiatan pelayanan sosial meningkat 4 persen.
Pajak atas produk setelah dikurangi subsidi tumbuh 3,3 persen, kegiatan jasa lainnya 3,2 persen, industri 2,4 persen, kegiatan keuangan dan asuransi 2,1 persen, real estat 2,1 persen, serta kegiatan profesional, administrasi, dan jasa pendukung 2 persen.
Sektor perdagangan, transportasi, akomodasi, dan jasa makanan tumbuh 0,5 persen, sedangkan sektor konstruksi mengalami kontraksi 1,9 persen.
Para ekonom yang mengikuti Survei Ekspektasi Pertumbuhan AA Finans sebelumnya memperkirakan ekonomi Turkiye tumbuh 2,8 persen pada kuartal kedua.
TUIK juga melakukan revisi terhadap sejumlah data pertumbuhan pada kuartal-kuartal sebelumnya.
Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 1,1 persen
PDB berdasarkan indeks volume berantai yang telah disesuaikan terhadap pengaruh musiman dan kalender meningkat 1,1 persen pada kuartal kedua dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, PDB yang telah disesuaikan terhadap pengaruh kalender meningkat 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Belanja konsumsi rumah tangga naik 3,5 persen
Belanja konsumsi rumah tangga meningkat 3,5 persen secara tahunan pada kuartal kedua berdasarkan indeks volume berantai.
Belanja konsumsi akhir pemerintah turun 1,8 persen, sedangkan pembentukan modal tetap bruto meningkat 0,6 persen.
Ekspor barang dan jasa turun 3,4 persen dibandingkan kuartal kedua tahun lalu, sementara impor turun 6,4 persen.
Kompensasi tenaga kerja meningkat 36,7 persen
Kompensasi tenaga kerja meningkat 36,7 persen pada periode tersebut, sementara surplus usaha neto/pendapatan campuran naik 38,7 persen.
Porsi kompensasi tenaga kerja terhadap nilai tambah bruto berdasarkan harga berlaku tercatat sebesar 38,1 persen pada kuartal kedua, sedikit turun dibandingkan 38,3 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, porsi surplus usaha neto/pendapatan campuran meningkat dari 41,3 persen menjadi 41,6 persen.