Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 Oktober 2018•Update: 10 Oktober 2018
Tuba Sahin dan Gokhan Ergocun
ISTANBUL
Forum Ekonomi dan Bisnis Turki-Afrika kedua dimulai di Istanbul pada Rabu.
Nail Olpak, kepala Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki (DEIK), mengatakan dalam pidato pembukaannya bahwa dengan mempertimbangkan aktifitas Turki di benua itu, bagiannya dalam volume perdagangan Afrika harus lebih tinggi dari tingkat saat ini.
"Turki merupakan 2,1 persen dari perdagangan luar negeri Afrika," jelas Olpak.
Dia mengatakan “Angka ini tidak mencerminkan potensi negara, karena kita memiliki 41 kedutaan, 26 konselor komersial, 44 dewan bisnis, 21 Kantor Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki [TIKA], 51 destinasi penerbangan yang dilayani oleh Turkish Airlines, serta Bulan Sabit Merah, dan Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat [AFAD]."
Ekonomi global yang gagal memasukkan Afrika adalah sesuatu yang tidak masuk akal, tambahnya.
"Tidak ada masa depan yang bisa dibangun tanpa Afrika," kata Olpak.
Melaku Ezezew, kepala Kamar Dagang dan Industri Pan-Afrika, mengatakan forum itu akan membantu kedua belah pihak untuk memperkuat hubungan bilateral.
"Afrika sedang berubah, Afrika sedang mengalami transformasi bersejarah," katanya.
"Sulit untuk memahami peluang bisnis yang unik di Afrika tanpa kemitraan seperti itu dan tanpa kunjungan di lapangan."
- 'Tempat unik dalam warisan bangsa Afrika'
Ezezew mengatakan organisasi sektor swasta nasional dan kontinental di benua itu siap bekerja sama dengan Turki.
"Turki memiliki tempat yang unik dalam warisan Afrika dan kami melihat minat yang besar di komunitas bisnis kami dalam bermitra dengan rekan-rekan Turki mereka," katanya.
Forum itu diselenggarakan dengan dukungan dari kerjasama strategis yang ada antara Turki dan Afrika, katanya.
Harrison mengatakan forum itu menyediakan peluang besar untuk fokus pada kerja sama dan pembangunan berkelanjutan.
Menekankan kepentingan sektor swasta untuk pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran, dia mengatakan bahwa investasi di bidang pariwisata, energi, dan pertanian akan memberikan pembangunan yang lebih berkelanjutan dan membuat perdagangan lebih kompetitif.
Forum ini diselenggarakan oleh DEIK dalam koordinasi dengan Kementerian Perdagangan Turki dan Uni Afrika sebagai bagian dari rencana aksi 100 hari yang baru-baru ini diperkenalkan oleh pemerintah Turki untuk mendukung perekonomian.
Forum dua hari ini akan menggelar pertemuan tingkat menteri yang bertema "Perdagangan Bebas, Adil, dan Berkelanjutan" serta diskusi panel mengenai kerja sama dalam konstruksi, infrastruktur, dan energi, serta perdagangan dan investasi di Afrika.