Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan awal tahun ke level 6.197,870 setelah pada sesi penutupan akhir tahun Jumat lalu berada di level 6.194,50.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam sambutannya pada saat pembukaan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia pada Rabu mengatakan ekonomi Indonesia telah menunjukkan daya tahan terhadap gejolak dunia internasional.
“Dan itu terlihat paralel dengan yang dilalui pasar modal kita. Saya kira itu modal cukup baik untuk optimistis karena sekedar optimis tidak elok, harus ada dasarnya,” jelas Menko Darmin.
Tahun 2018, menurut dia, penuh ketidakpastian global dengan adanya normalisasi kebijakan negara maju seperti Amerika Serikat dan juga perang dagang serta perubahan harga komoditas. Namun, Indonesia masih tetap mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik.
Modal lain yang menurut Menko Darmin akan membuat Indonesia dapat melalui 2019 dengan lebih baik dari 2018 adalah terjaganya inflasi dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga meyakini inflasi 2018 akan lebih rendah dari inflasi 2017.
“Kita juga berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dan gini ratio serta menurunkan tingkat pengangguran yang menjadi bagian penting pertumbuhan ekonomi dengan kualitas baik,” tambah dia.
Setelah dapat melalui 2018 dengan baik, Menko Darmin berharap pada tahun 2019 juga dapat dicapai pertumbuhan yang lebih baik lagi melalui komitmen kerja keras dan dedikasi tinggi seluruh pemangku kepentingan.
“Tentunya bagi yang terlibat di pasar modal perlu ambil langkah mendalam yang bisa memengaruhi kinerja pasar modal ke depannya,” tambah dia.
Menko Darmin juga mengatakan bahwa tantangan pada 2019 harus dapat dijawab secara sistematis dan berkesinambungan.
Khusus untuk pasar modal, dia mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang dapat bekerja cepat untuk bisa menghadapi tantangan pada 2018 lalu sehingga dapat tetap kondusif bagi investor domestik dan asing.
“Akhirnya pasar modal dapat membiayai pertumbuhan ekonomi,” ungkap Menko Darmin.
Beberapa kebijakan yang diterbitkan pasar modal menurut dia, secara garis besar menyangkut suplai dan intermediary dengan tidak mengesampingkan market governance dan law enforcement dengan memberi kesempatan perusahaan skala kecil dan menengah untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal.
“Pentingnya menegakkan integritas pasar modal adalah modal kita untuk melahirkan efisiensi dan menurunkan risiko di pasar modal,” lanjut dia.