Muhammad Nazarudin Latief
01 Januari 2019•Update: 01 Januari 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah mengumumkan hingga akhir 2018, pelaksanaan “BBM Satu Harga” sudah mencapai 131 titik penyaluran.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan sudah 131 titik kecamatan-kecamatan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang sudah menikmati harga BBM sama dengan kota-kota besar di Indonesia.
“Justru yang beroperasi 131 lokasi. Jadi ada 1 lokasi tambahan yang kita majukan, karena memang sudah siap, yang kemarin saya resmikan di Maluku Tenggara Barat, yaitu di Saumlaki", ungkap,” ujar Fanshurullah di Jakarta, Senin.
Menurut Fanshurullah program ini bisa menjangkau sekitar 421.955 Kepala Keluarga (KK) artinya, sekitar 2 juta warga wilayah 3T.
Program ini bertujuan menyamakan harga BBM jenis Bahan Bakar Penugasan (Premium/RON 88) sebesar Rp6.450 per liter dan jenis Bahan Bakar Tertentu (Solar) Rp 5.150 per liter hingga ke daerah-daerah pelosok Indonesia.
Sebelumnya di beberapa wilayah, seperti Papua dan tempat-tempat terpencil lain, harga BBM jauh tinggi dibanding Jawa. Pada beberapa wilayah satu liter BBM jenis premium bisa mencapai harga Rp40 ribu bahkan Rp100 ribu.
Menurut Fanshurullah “Program BBM Satu harga” tersebar di beberapa pulau, yaitu 29 penyalur di Sumatera, 33 penyalur di Kalimantan, 14 penyalur di Sulawesi, 11 penyalur di Maluku dan Maluku Utara, 26 penyalur di Papua dan Papua Barat. Kemudian 14 penyalur di NTB dan NTT, 1 penyalur di Bali, dan 3 penyalur di Jawa dan Madura.
" Pertamina bisa membangun di 2017 sebanyak 54 lokasi, 2018 sebanyak 68 lokasi. AKR corporindo 2017 3 lokasi, dan tahun 2018 ini di 6 lokasi. Totalnya 131 lokasi, akumulasi BBM 1 Harga sejak akhir 2016", tambah Fanshurullah.
Tahun ini, pemerintah menargetkan kebijakan BBM Satu Harga dapat mencapai 160 titik. Artinya tinggal menggarap 29 titik lagi.
“Pertamina sudah ada 2 lokasi yang siap operasi, di Maybrat, Papua Barat, dan satunya lagi di NTT,” ujar dia.