Muhammad Nazarudin Latief
03 Maret 2021•Update: 03 Maret 2021
JAKARTA
Nilai tukar rupiah Rabu sore ditutup menguat tajam 80 point menjadi Rp14.245 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp14.324 per dolar AS.
Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.334 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya yakni Rp14.307 per dolar AS.
Ibrahim Assuaibi, Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka mengatakan pergerakan positif rupiah ini didorong optimisme penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurut Ibrahim, angka kesembuhan meningkat hingga 85,88 persen dan tren angka kematian terus turun meski masih pada level 2,71 persen, lebih tinggi dari rata-rata dunia sebesar 2,22 persen.
“Pemerintah juga terus berupaya menekan laju penyebaran virus dengan berbagai kebijakan sehingga sektor kesehatan dan perekonomian dapat pulih kembali,” ujar dia dalam analisis harian yang dipublikasikan pada pers, Rabu.
Menurut dia, jika sektor kesehatan teratasi maka perekonomian kembali pulih dan konsumsi domestik bisa meningkat.
Aktivitas manufaktur juga masih berada pada level ekspansif pada level 50,9 pada Februari 2021, dan indeks kepercayaan konsumen juga terus membaik serta permintaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus meningkat.
“Ini menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat,” ujar dia.
“Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mampu menurunkan angka kematian sembari mempertahankan kinerja ekonomi yang relatif baik,” tambah dia.
Secara eksternal pelemahan dolar terjadi karena imbal hasil treasury terus turun, memulihkan ketenangan pasar global dan membuat permintaan aset berisiko kembali menguat.
Imbal hasil treasury AS turun untuk hari keempat berturut-turut setelah melompat ke level tertinggi satu tahun selama minggu sebelumnya, namun masih mendekati level 1,4 persen, ujar dia.
Investor kemudian melakukan aksi jual, namun tanda-tanda pemulihan ekonomi AS dari COVID-19 dapat menyebabkan penurunan harga obligasi dan derivatif lagi.
Di sisi bank sentral, pejabat Federal Reserve AS, menghadapi potensi inflasi musim semi ini berkat peluncuran vaksin COVID-19 dan pengeluaran pemerintah, ujar dia.
"Mereka tetap akan tetap mempertahankan rencana moneter ultra-mudah," ujar Ibrahim.
Untuk perdagangan Kamis, rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat pada rentang Rp14.210 - Rp14.270 per dolar AS.