İqbal Musyaffa
15 November 2019•Update: 15 November 2019
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa impor Indonesia pada bulan Oktober 2019 sebesar USD14,77 miliar, meningkat 3,57 persen dari bulan sebelumnya yang senilai USD14,26 miliar, namun turun 16,39 persen dari Oktober 2018 yang sebesar USD17,67 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan impor pada Oktober tahun ini terdiri dari impor migas sebesar USD1,75 miliar dan nonmigas USD13,02 miliar.
Dia mengatakan bila dilihat berdasarkan penggunaan barang, impor terdiri dari barang konsumsi sebesar USD1,44 miliar tumbuh 2,02 persen dari September namun turun 4,44 persen dari Oktober tahun lalu.
Kemudian impor untuk bahan baku atau bahan penolong sebesar USD10,89 miliar tumbuh 6,17 persen dari bulan sebelumnya, namun turun 18,76 persen dari Oktober tahun lalu.
Selanjutnya impor untuk barang modal sebesar USD2,44 miliar turun 5,87 persen dari September dan juga turun 11,35 persen dari Oktober tahun lalu.
“Struktur impor berdasarkan penggunaan barang didominasi oleh golongan bahan baku/penolong dengan porsi 73,75 persen,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan pada bulan Oktober terjadi peningkatan impor dari beberapa negara dibandingkan bulan sebelumnya antara lain Jepang sebesar USD115,8 juta, China sebesar USD90,1 juta, dan Argentina sebesar USD74,5 juta.
“Selain itu, ada juga penurunan impor Indonesia dari beberapa negara asal lainnya seperti Hongkong sebesar USD84,3 juta,” jelas dia.
Suhariyanto menambahkan penurunan impor juga terjadi dari negara Jerman sebesar USD61,9 juta dan Ceko USD38,5 juta.