İqbal Musyaffa
12 Maret 2018•Update: 12 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia akan terus menjalin kerja sama dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk pembiayaan berbagai proyek infrastruktur.
Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada delegasi AAIB di Bogor, Senin, bahwa Indonesia mendukung penuh kehadiran AAIB dalam upaya mempercepat pembangunan di negara-negara Asia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada kesempatan yang sama juga menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri dari lembaga yang beroperasi sejak 16 Januari 2016 itu.
Saat ini, Indonesia juga termasuk salah satu pemegang saham terbesar di dalam AIIB.
Menteri Sri mengatakan, Indonesia mendapatkan salah satu pendanaan bersama tiga negara lainnya di awal beroperasinya AIIB.
Proyek pertama Indonesia yang didanai adalah program peningkatan permukiman kumuh nasional dengan biaya sebesar USD216 juta.
Pada tahun 2017, Menteri Sri menambahkan, Indonesia dan AIIB kembali bekerja sama di dalam dua proyek.
Proyek pertama ialah pembangunan infrastruktur daerah yang mencakup penyediaan air bersih dan sanitasi, penanganan banjir, pengelolaan limbah, serta penataan lingkungan kumuh.
“Proyek ini berjalan dengan biaya USD100 juta,” ungkap dia.
Kemudian kerja sama kedua dilakukan pada tahun lalu untuk menjalankan proyek Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP) dengan dana sebesar USD125 juta.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di lokasi yang sama mengatakan, kerja sama itu sebagai program jangka panjang pemerintah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dalam hal pengelolaan bendungan di Indonesia.
"Dam Operational Improvement and Safety Project ini untuk memelihara dan merehabilitasi dam-dam yang telah dibangun sebelumnya. Bukan untuk membangun yang baru," ujar Menteri Basuki.
Menteri Basuki mengatakan saat ini tengah mengusulkan agar sejumlah proyek irigasi di Indonesia dapat dimasukkan ke dalam agenda kerja sama antara Indonesia dengan AIIB.
Menurut dia, dengan akan selesainya pembangunan bendungan, diperlukan tindak lanjut untuk pemanfaatan bendungan agar lebih dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Pendanaan untuk pemanfaatan bendungan menurut dia sebagian sudah disiapkan melalui APBN.
“Tapi ini (pembangunan bendungan) akan selesai lebih banyak lagi sehingga kita ajukan ke Bappenas untuk bisa diajukan ke AIIB," jelas Basuki.