Nani Afrida
21 Desember 2017•Update: 21 Desember 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Dalam upaya mempermudah masyarakat yang akan mudik natal ataupun liburan akhir tahun, pemerintah telah mempersiapkan layanan penjualan uang elektronik di gardu tol.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ mengatakan hal tersebut untuk melayani pengguna jalan yang belum memiliki uang elektronik.
“Selain itu, kita juga menyediakan fasilitas top up tunai Bank Mandiri di 50 gerbang tol untuk antisipasi pengguna yang kekurangan saldo,” tambah Herry, Kamis.
Kemudian, pemerintah juga menyediakan layanan isi ulang saldo uang elektronik menggunakan mesin electronic data capture (EDC) pada 50 titik tempat istirahat dan pelayanan (rest area).
“Kita juga berkoordinasi dengan bank untuk memastikan limit top-up merchant mampu melayani arus mudik balik natal dan tahun baru,” tambah Herry.
Herry menambahkan, selain menyediakan kemudahan pembayaran nontunai bagi pengguna jalan tol, pemerintah juga sudah mengantisipasi kemungkinan lonjakan lalu lintas selama masa libur natal dan tahun baru sejak 23 Desember hingga 2 Januari mendatang.
Ia juga sudah memprediksi jumlah lonjakan pengguna jalan di beberapa pintu tol. Untuk gerbang tol Merak diprediksi akan dilalui 13 ribu kendaraan perhari, lebih besar dari periode natal tahun lalu yang dilalui 10.903 kendaraan.
Begitupun dengan gerbang tol Cikupa yang akan dilalui 46.900 kendaraan yang pada periode natal tahun lalu dilewati sebanyak 46.708 kendaraan. Untuk gerbang tol Cikarang Utama diperkirakan akan dilalui 103 ribu kendaraan lebih besar dari tahun lalu yang dilalui 85.534 kendaraan perhari.
“Rata-rata peningkatan kendaraan di jalan tol pada akhir tahun sekitar 30 persen,” urai Herry.
Herry mengatakan terus berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengaturan arus lalu lintas serta melakukan pemantauan kondisi jalan melalui CCTV. “Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan ketika terjadi antrian panjang lebih dari 1 km,” jelas dia.
Pemerintah juga menyediakan 22 tempat istirahat dan dan 37 tempat istirahat yang dilengkapi area komersial serta 11 parking bay (tempat parkir sementara untuk sholat dan toilet) di ruas jalan tol yang ada di pulau Jawa.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya Dodi Kripratmadi mengatakan pemerintah juga menyediakan 15 unit toilet mobile yang akan berkeliling untuk memenuhi kebutuhan pengguna jalan.