İqbal Musyaffa
21 Desember 2017•Update: 22 Desember 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengklaim seluruh infrastruktur jalan nasional, termasuk jalan tol, telah siap untuk digunakan berlibur natal dan tahun baru oleh masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Soebagiono mengatakan pemerintah telah melakukan monitoring kesiapan jalan. Ia memprediksi puncak arus mudik natal akan terjadi pada 23 Desember mendatang dan 30 Desember untuk puncak lalu lintas libur akhir tahun.
Kemudian, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 2 Januari. Secara umum Soebagiono mengatakan 88,12 persen infrastruktur jalan berada dalam kondisi prima. Sementara 11,88 persen lainnya masuk dalam kategori rusak ringan dan berat.
Agar pelaksanaan mudik akhir tahun nanti berjalan lancar, Soebagiono berujar pemerintah telah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi.
“Kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan pemda agar badan jalan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan pasar,” jelas Soebagiono, Kamis.
Selain melaporkan kondisi jalur tol yang baik, Soebagiono juga mengatakan seluruh balai Bina Marga telah bersiap di daerah untuk mewaspadai jalan-jalan yang berpotensi terdampak longsor.
“Bila terjadi longsor, kita instruksikan maksimal enam jam peralatan sudah sampai lokasi untuk evakuasi dan perbaiki kondisi jalan,” tegas Soebagiono.
Dengan begitu, dia berharap akses-akses jalan menuju lokasi pariwisata tidak terhambat apabila terjadi longsor.
Di tempat lain, Bina Marga menyebut beberapa titik pusat arus mudik yang menjadi perhatian pemerintah serta terdapat potensi longsor di antaranya adalah Lampung, Bengkulu, Jami, Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kemudian untuk wilayah Jawa adalah Banten, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur.
“Untuk Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua tidak sebanyak di Jawa dan Sumatera,” jelas dia.