Iqbal Musyaffa
17 Oktober 2017•Update: 17 Oktober 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan investasi di luar Jawa mulai tumbuh melampaui pulau Jawa. Hal ini berarti sudah mulai ada pemerataan investasi dan pertumbuhan ekonomi ke luar Jawa.
Berdasarkan data realisasi investasi dari tahun 2015 hingga semester pertama 2017, Lembong menyebutkan pulau Sulawesi mencatatkan peningkatan investasi 189 persen bila dibandingkan periode 2012 hingga semester pertama 2014.
“Investasi di Sulawesi mencapai Rp118,9 triliun dan membuka 104.927 lapangan pekerjaan,” ujar Lembong, Selasa.
Kemudian, pertumbuhan investasi di Sumatera mencatatkan angka pertumbuhan terbesar kedua dengan 87 persen atau senilai Rp256,6 triliun dan membuka 470.055 lapangan pekerjaan.
Sementara, pertumbuhan di Jawa sebesar 50 persen dengan nilai Rp807,1 triliun mampu menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 2.120.095. Selanjutnya, pertumbuhan investasi di Bali Nusa Tenggara sebesar 49 persen dengan nilai Rp48,1 triliun dengan 82.597 lapangan pekerjaan tercipta.
Kalimantan mencatatkan pertumbuhan investasi 41 persen dengan nilai Rp198 triliun dan membuka 441.385 lapangan pekerjaan serta Papua dan Maluku tumbuh 23 persen dengan nilai Rp66,1 triliun dan menciptakan 274.031 lapangan pekerjaan.
“Dari data itu terlihat 37 persen lapangan pekerjaan tercipta di luar Jawa dengan total hampir 1,25 juta dari total 3,36 juta lapangan pekerjaan,” urai dia.
Lembong mengatakan, investasi di Indonesia terus tumbuh seiring perbaikan posisi Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi dunia keempat untuk periode 2016-2018 versi United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), naik empat peringkat dari periode 2014-2016.
Perbaikan peringkat tujuan utama investasi dunia ini menurut Lembong juga tidak terlepas dari respon para investor terhadap inovasi kebijakan yang diterapkan BKPM seperti layanan izin investasi hanya 3 jam di PTSP Pusat (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), kemudahan investasi langsung untuk sektor konstruksi, serta percepatan proses kepabeanan impor barang modal.
Lebih lanjut, Lembong juga mengatakan realisasi investasi pada semester pertama tahun ini sudah mencapai Rp336,7 triliun dari target sepanjang tahun Rp678,8 triliun.
“Angka realisasi ini naik 12,4 persen dari semester pertama tahun lalu,” ujar dia.
Bahkan, realisasi investasi di semester I tahun ini jauh melampaui realisasi investasi sepanjang tahun 2012 yang ketika itu hanya berhasil menarik Rp313 triliun dana investasi.