İqbal Musyaffa
29 November 2017•Update: 29 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan ada investor asal Jepang yang tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan bendungan Tiga Dihaji di Palembang melalui mekanisme kerja sama pemerintah-badan usaha (KPBU).
Dengan begitu, maka pemerintah tidak perlu menggelontorkan sepenuhnya biaya pembangunan bendungan tersebut dari APBN dengan nilai proyek mencapai Rp3,8 triliun berdasarkan kajian feasibility study.
Bila nantinya pihak swasta jadi masuk dalam pembiayaan tersebut, Basuki mengatakan bendungan ini akan menjadi bendungan pertama yang dibangun melalui mekanisme KPBU. “Investor tertarik karena bendungan tersebut juga bisa sebagai PLTA dengan kapasitas 14 mw,” ungkap dia, Rabu.
Menurut Basuki, Jepang tertarik berinvestasi pada bendungan tersebut setelah melakukan value engineering ulang yang hasilnya tidak ada masalah dalam pembangunan bendungan.
Meski begitu, ia belum tahu porsi pembiayaan yang diperlukan dari pemerintah apabila proyek tersebut resmi melalui KPBU.
“Kita masih menunggu pengajuan dari mereka,” ungkap Basuki.
Bendungan Tiga Dihaji merupakan salah satu dari tiga bendungan selain Bendungan Bener di Jawa Tengah dan Sidan di Bali yang proses pelelangannya ditunda untuk dilakukan evaluasi desain teknis terlebih dahulu.