Maria Elisa Hospita
27 Desember 2017•Update: 28 Desember 2017
Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Ethiopia mengatakan bahwa proyek pembangunan bendungan hidro-listrik di Sungai Nil tidak akan merugikan warga Mesir.
Dalam konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry, Menteri Luar Negeri Ethiopia Workineh Gebeyehu mengatakan, “Orang-orang Mesir seharusnya tidak berpikiran buruk,”
Ia menambahkan, Ethiopia sudah berusaha setransparan mungkin dalam proyek pembangunan senilai USD4,8 miliar tersebut.
Shoukry menyebutkan bahwa Mesir “sangat khawatir” akan dampak dari pembangunan Bendungan Raksasa Renaisans Ethiopia (GERD), yang diluncurkan sejak enam tahun lalu, di dekat perbatasan Ethiopia-Sudan.
Sebelumnya pada Selasa pagi, Shoukry melakukan kunjungan mendadak ke Ethiopia dan menggelar pertemuan tertutup dengan Gebeyehu.
Pada awal November, pertemuan antar menteri perairan dari Mesir, Ethiopia, dan Sudan berakhir tanpa mencapai kesepakatan mengenai “laporan awal” konsultan internasional yang diperkerjakan oleh ketiga negara untuk mempelajari dampak pembangunan bendungan.
Mesir khawatir bahwa pembangunan bendungan akan merugikan pangsa historisnya dari sungai Nil – sesuai perjanjian pembagian air di era kolonial – yakni 55,5 miliar meter kubik air per tahun.
Addis Ababa mengatakan, listrik yang dihasilkan dari bendungan – yang semula dijadwalkan selesai tahun ini – akan membantu memberantas kemiskinan dan berkontribusi terhadap pembangunan negara tersebut.