07 Agustus 2017•Update: 07 Agustus 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Dari pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua tahun ini, Pulau Jawa masih menjadi penyumbang terbanyak Produk Domestik Bruto (PDB). Jawa memberikan PDB sebanyak 58,65 persen, begitu menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Senin.
“Ini yang agak tidak baik, perekonomian masih didominasi Jawa,” ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto.
Hal ini sesuai dengan laporan realisasi investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kuartal kedua tahun 2017, yakni Pulau Jawa masih menjadi tujuan investasi utama dengan realisasi sebesar Rp 91,2 triliun.
Hal ini, menurut BKPM, adalah masalah menahun yang harus terus menerus diatasi, salah satunya dengan menggencarkan pembangunan infrastruktur di kawasan luar Jawa.
Sementara itu, daerah-daerah lain masih tertinggal cukup jauh. Sumatra menyumbang 21,69 persen; Kalimantan tumbuh sebesar 8,15 persen; Sulawesi dengan 6,12 persen; kawasan Maluku dan Papua hanya menyumbang 2,30 persen; dan Pulau Bali serta Busa Tenggara mencapai pertumbuhan 3,09 persen.
Walau begitu, menurut Kecuk, seluruh provinsi di atas pertumbuhan ekonominya positif, kecuali Nusa Tenggara Barat. Wilayah ini selama ini masih menggantungkan pendapatan pada sektor tambang. Sebab itulah, Kecuk menyimpulkan “ke depan perlu ada upaya untuk mengurangi ketergantungan”.
Ekonom Universitas Gadjah Mada Mudrajad Kuncoro mengatakan, sejauh ini ekonomi Indonesia masih bergantung pada sumber daya alam yang melimpah dan buruh yang murah. Keunggulan ini tidak bisa selamanya diandalkan. Apalagi menghadapi tidak pastinya harga komoditas di pasar dunia.
“Harus bergeser menjadi keunggulan kompetitif. Artinya, perekonomian berbasis sumber daya alam bergeser jadi sumber daya yang bisa diperbarui. Upah buruh yang murah harus jadi buruh yang punya keterampilan,” sebut Mudrajad.
Tidak ada tahapan pasti untuk melepaskan ketergantungan pertumbuhan ekonomi dari Pulau Jawa. Proyek percepatan infrastruktur yang diandalkan pemerintah Joko Widodo untuk mengurangi ketimpangan, juga masih berpusat di Jawa. Masih sedikit proyek pembangunan infrastruktur di pulau lain.
“Proyek infrastruktur perspektifnya harus jangka panjang. Jokowi perlu membuktikan bahwa proyek infrastruktur dampaknya cukup besar bagi struktur ekonomi. [Sehingga] berefek positif bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.”