Muhammad Nazarudin Latief
02 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Mei mencapai 1,2 juta atau turun hampir 100 ribu orang dibanding wisatawan mancanegara (wisman) pada April.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengaku tidak heran, karena biasanya pada Ramadan wisman selalu turun.
“Wisatawan Malaysia atau negara-negara muslim lain biasanya tidak melakukan perjalanan selama Ramadan,” ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin.
Meski demikian, jumlah wisman pada Mei tahun ini tetap lebih banyak dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak 1,15 juta.
Secara kumulatif atau pada Januari-Mei 2018, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 6,17 juta kunjungan atau naik 11,89 persen.
Periode kenaikan jumlah wisatawan biasanya akan naik pada Juli, Agustus dan September.
Menurut Suhariyanto, untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Mei 2018 mencapai 53,86 persen atau turun 2,21 poin dibandingkan dengan TPK Mei 2017 yang mencapai 56,07 persen.
Demikian juga, jika dibandingkan TPK April 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada Mei 2018 mengalami penurunan sebesar 3,57 poin.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada Mei tercatat selama 1,84 hari, atau terjadi penurunan 0,15 poin jika dibandingkan Mei 2017.
Salah satu kegiatan yang diharapkan menjadi magnet wisman adalah ajang Asian Games 2018 yang digelar 18 Agustus hingga 2 September mendatang.
Diperkirakan acara ini akan dihadiri oleh 350.000 orang baik atlet, ofisial maupun pendukung.
Pada periode tersebut juga digelar perhelatan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang memberikan promosi serba 73, sesuai dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengatakan, lokasi pelaksanaan HBDI tersebar di pusat-pusat perbelanjaan modern, retail di rest area jalan tol, bandara, hingga stasiun kereta.