JENEWA
Jumlah orang yang terkena dampak kelaparan secara global tumbuh sebanyak 828 juta pada 2021, membengkak sekitar 46 juta dari tahun 2020 dan 150 juta dari masa awal pecahnya pandemi Covid-19, kata sebuah laporan PBB pada Rabu.
Laporan PBB menunjukkan dunia bergerak lebih jauh dari tujuannya untuk mengakhiri kelaparan, kerawanan pangan, dan kekurangan gizi dalam segala bentuknya pada 2030.
Cindy Hollerman, pakar ekonomi Organisasi Pangan dan Pertanian dan editor laporan tersebut, mengatakan pada konferensi pers PBB di Jenewa, "mengecewakan" melihat peningkatan kelaparan dan kekhawatiran melihat tren.
"Kami masih melihat kelaparan meningkat pada tahun 2021 dan itu sangat mengkhawatirkan," kata Hollerman, menambahkan, "Mengkhawatirkan juga biaya diet sehat."
“Peningkatan lebih tajam, di mana orang mengalami perlambatan ekonomi dengan pandemi COVID, tetapi dikombinasikan dengan pendorong lain,” ujar dia, mengutip “faktor konflik atau iklim dan tingkat ketimpangan yang tinggi.”
Lima badan PBB di balik laporan itu mengatakan bahwa laporan itu diterbitkan saat perang berkecamuk di Ukraina, yang melibatkan dua produsen global terbesar sereal, minyak sayur, dan pupuk, yang mengganggu rantai pasokan internasional.
Mereka mengatakan perang Rusia-Ukraina menaikkan harga biji-bijian, pupuk, energi, dan makanan terapeutik siap pakai untuk anak-anak dengan gizi buruk.
“Laporan ini berulang kali menyoroti intensifikasi pendorong utama kerawanan pangan dan malnutrisi ini: konflik, iklim ekstrem, dan guncangan ekonomi, dikombinasikan dengan kesenjangan yang semakin besar,” tulis kepala badan tersebut dalam kata pengantar tahun ini.
Laporan Status Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia diterbitkan bersama oleh FAO, Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD), Dana Anak-anak PBB (UNICEF), Program Pangan Dunia PBB (WFP) dan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO).
Kelaparan melonjak pada 2020
Setelah relatif tidak berubah sejak tahun 2015, proporsi orang yang terkena dampak kelaparan melonjak pada tahun 2020 dan terus meningkat pada tahun 2021 menjadi 9,8% dari populasi dunia.
Sekitar 2,3 miliar orang di seluruh dunia (29,3 persen) mengalami kerawanan pangan sedang atau parah pada tahun 2021.
Itu 350 juta lebih banyak dibandingkan sebelum pecahnya pandemi Covid-19, kata laporan itu.
Hampir 924 juta orang (11,7 persen dari populasi global) menghadapi kerawanan pangan pada tingkat yang parah, meningkat 207 juta dalam dua tahun.
Kesenjangan gender dalam kerawanan pangan terus meningkat pada 2021 – 31,9 persen wanita di dunia mengalami kerawanan pangan sedang atau parah, dibandingkan dengan 27,6 persen pria – kesenjangan lebih dari 4 poin persentase, dibandingkan dengan 3 poin persentase pada 2020.
Hampir 3,1 miliar orang tidak mampu membeli makanan sehat pada 2020, naik 112 juta dari 2019, yang mencerminkan efek inflasi pada harga pangan konsumen yang berasal dari dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 dan langkah-langkah yang diambil untuk menanganinya.