Shenny Fierdha Chumaira
06 Juni 2018•Update: 07 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Pemerintah akan menggratiskan jalan tol atau memberlakukan sistem jemput bola saat arus mudik dan balik libur Idul Fitri jika terjadi kemacetan yang sangat panjang.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan diskon rata-rata sepuluh persen di tiap gerbang tol.
"Kecuali Becakayu yang diskonnya 28 persen," kata Menteri Basuki saat menghadiri apel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka Operasi Ketupat 2018 yang digelar di Lapangan Silang, Monumen Nasional, Jakarta, Rabu.
Terkait jalan tol dari Jakarta ke Surabaya yang terentang sejauh 760 kilometer, dia menjelaskan bahwa 525 kilometer di antaranya sudah beroperasional penuh dan masyarakat diberikan harga diskon untuk menggunakan jalan tol itu.
"Yang 235 kilometer sisanya bersifat fungsional tapi bukan fungsional darurat. Kita batasi kecepatannya tidak lebih dari 40 sampai 60 kilometer per jam. Nanti polisi yang atur," terang Menteri Basuki.
Namun, terdapat dua titik kerawanan di jalan tol itu yaitu Gerbang Tol Kertasari dan Jembatan Kali Kuto sehingga pemudik diimbau agar berhati-hati.
Sementara itu, dia juga menegaskan bahwa jalanan nasional di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi kondisinya sudah mantap 90 persen.
"Sudah ada rest area juga lengkap dengan tempat parkir, SPBU, pos kesehatan, tempat makan, toilet dengan air yang berasal dari sumur bor sedalam 100-120 meter. Saya rasa semua sudah siap," jelas Menteri Hadi.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian berpesan kepada pemudik agar melihat situasi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan agar tidak terjebak macet.
"Tanggal 8-10 Juni kita anggap rawan macet kalau semua serempak mudik pada tanggal itu. Lebih baik ditunda ke tanggal sesudahnya," ucap Tito.
Menyangkut keamanan rumah yang ditinggalkan selama mudik, dia juga mengingatkan agar pemudik menitipkan rumahnya ke sanak saudara atau RT setempat jika mereka tidak ikut mudik.
"Saya sudah menyampaikan ke Gubernur DKI Jakarta [Anies Baswedan] untuk bekerja sama dengan RT, RW, Bintara Pembina Desa, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, untuk menjaga dan memperkuat patroli serta menerima titipan masyarakat untuk menjaga rumahnya yang kosong," ungkap Tito.
Sementara itu, menyoal adanya kendaraan bermotor yang mungkin ditinggal mudik pemiliknya, Anies mengatakan pemerintah akan memastikan keamanannya.
"Kelurahan terbuka untuk penitipan kendaraan bermotor," kata Anies singkat.
Hari raya Idul Fitri akan jatuh pada 15 dan 16 Juni mendatang.