Muhammad Nazarudin Latief
23 Mei 2018•Update: 24 Mei 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah menjamin tidak ada lonjakan harga kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran mendatang, kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Rabu.
Menurut Menteri Enggar, pemerintah berusaha menjaga stok komoditas utama, seperti beras, minyak goreng, gula dan daging.
Untuk beras, stok Badan Urusan Logistik (Bulog) akan bertambah dengan impor terbaru sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand.
“Sudah dilakukan tender, Bulog yang tender. Saya sudah keluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) atas permintaan Bulog,” ujar dia.
Menurut Menteri Enggar, saat ini sudah ada 670 ribu ton beras yang masuk dari rencana 1 juta ton impor.
Strateginya, jika harga beras di suatu kawasan melambung melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah akan langsung mengirimkan beras ke wilayah tersebut.
Untuk daging, pemerintah memberikan alternatif selain daging sapi yaitu daging kerbau impor dari India seharga Rp80 ribu per kilogram. Daging ini akan dikirim ke pasaran dengan izin dari pemerintah daerah.
“Namun harga sapi masih tidak ada lonjakan berkisar Rp105-120 ribu,” ujar dia.
Komoditas yang susah dikendalikan, kata Menteri Enggar, adalah daging ayam. Saat ini harganya masih bergerak naik karena suplai ke pasaran yang berkurang.
Pihaknya sudah memberikan waktu pada asosiasi peternak untuk menurunkan harga, namun hasilnya masih sangat minim.
Langkah selanjutnya adalah memanggil intergrator (perushaan peternakan ayam terintegrasi) untuk memenuhi pasokan.
“Jadi yang semula ada pembatasan agar integrator tidak masuk ke pasar tradisional, meningat harga sudah terlalu tinggi, lepasin aja dulu. Kita tidak mungkin membatasi itu tapi tidak ada suplai,” ujar dia.
Daging ayam, menurut Menteri Enggar, adalah komoditas dengan risiko penimbunan yang kecil. Jika stok ayam ditahan dalam keadaan hidup, ada kebutuhan pakan yang besar. Jika ditimbun dalam kondisi mati, juga membutuhkan sarana pendingin yang membutuhkan biaya besar.
Menteri Enggar mengakui ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam batas wajar.