Ekonomi, Nasional

Pengangguran di Indonesia naik jadi 9,77 juta orang

Agustus tahun lalu pengangguran hanya 5,23 persen atau 7,1 juta orang

Iqbal Musyaffa  | 05.11.2020 - Update : 05.11.2020
Pengangguran di Indonesia naik jadi 9,77 juta orang Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus 2020 meningkat menjadi 7,07 persen atau 9,77 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan angka pengangguran ini lebih tinggi dibandingkan Agustus tahun lalu yang hanya sebesar 5,23 persen atau 7,1 juta orang.

Menurut dia, peningkatan pengangguran ini adalah dampak dari pandemi Covid-19.

Pada Agustus tahun ini, jumlah penduduk usia kerja mencapai 203,97 juta orang, naik 2,78 juta orang dari Agustus tahun lalu.

Dari angka tersebut, jumlah angkatan kerja sebanyak 138,22 juta orang, meningkat 2,36 juta orang.

“Kemudian, jumlah penduduk bekerja sebanyak 128,45 juta orang. Turun 0,31 juta orang dari Agustus tahun lalu,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis.

Suhariyanto merinci penduduk yang bekerja penuh waktu sebanyak 82,02 juta orang, turun 9,46 juta orang akibat pandemi Covid-19.

Kemudian pekerja paruh waktu meningkat 4,32 juta orang menjadi 33,34 juta orang.

Penduduk setengah menganggur sebanyak 13,09 juta orang atau meningkat 4,83 juta orang.

Dia menambahkan dari total jumlah penduduk usia kerja, tercatat 65,75 juta orang bukan angkatan kerja, tumbuh 0,42 juta orang.

Definisi bukan angkatan kerja adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang masih sekolah, mengurus rumah tangga, atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 0,76 juta orang bukan angkatan kerja karena dampak dari Covid-19.

Suhariyanto mengatakan terjadi disrupsi ketenagakerjaan akibat pandemi Covid-19 yang dampaknya tidak hanya diukur dari besaran tingkat pengangguran.

Dia mengatakan berdasarkan masukan dari International Labour Organization (ILO), selain pengangguran juga perlu diperhatikan jumlah pekerjaan yang hilang akibat pandemi.

Menurut Suhariyanto komponen dampak Covid-19 terhadap pasar kerja antara lain timbulnya pengangguran, bertambahnya bukan angkatan kerja, penduduk yang sementara tidak bekerja, serta penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja akibat pandemi.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.