Nicky Aulia Widadio
14 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Jumlah penumpang MRT turun sekitar 5,9% pada hari pertama berlakunya tarif normal, pada Senin kemarin.
PT MRT Jakarta mencatat sebanyak 77.696 penumpang pada Senin, sedangkan jumlah rata-rata pengguna bulan lalu ialah 82.615 penumpang per hari.
MRT saat ini memberlakukan tarif minimal Rp3 ribu dan tarif maksimal sebesar Rp14 ribu.
Sebelumnya, MRT memberlakukan diskon hingga 50 persen pada dua bulan pertama masa operasional.
Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin mengatakan angka tersebut tidak berubah signifikan dan masih memenuhi target 65 ribu penumpang per hari pada tahun pertama operasional MRT.
Menurut dia, penurunan jumlah penumpang pada Senin tidak semata karena faktor tarif.
“(Jumlah penumpang) turun karena faktor hari Senin juga. Pola mingguan pada hari kerja kami paling rendah hari Senin dan paling tinggi hari Jumat,” jelas Kamal melalui keterangan tertulis, Selasa.
Berdasarkan data penumpang MRT sepanjang April 2019, jumlah penumpang MRT memang cenderung lebih tinggi pada akhir pekan dibandingkan pada hari kerja.
Salah satu pengguna harian MRT, Sola Gracia, 26, mengatakan pemberlakuan tarif normal tidak membuat dirinya beralih ke moda transportasi lain.
Sola setiap hari menggunakan MRT rute Lebak Bulus-Dukuh Atas dan tarif normal Rp14 ribu.
Dia menilai tarif itu masih tergolong wajar jika mempertimbangkan efisiensi waktu perjalanan menggunakan MRT.
“Saya lihat value dari efisiensi waktunya sih, MRT lebih tepat waktu. Terus kenyamanan dan keamanannya juga lebih baik,” ujar Sola.