Shenny Fierdha Chumaira
16 Januari 2018•Update: 17 Januari 2018
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Sebanyak 12 orang korban luka akibat ambruknya serambi Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah kembali ke rumah dan mendapatkan rawat jalan, ujar polisi.
Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto tidak merinci asal rumah sakit yang merawat korban tersebut.
Setyo mengatakan terdapat 72 korban yang dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Pertamina, RS Umum Daerah Tarakan, RS Siloam Semanggi, dan RS TNI Angkatan Laut Mintohardjo.
"Ada dua korban di RS Siloam Semanggi yang pada Senin malam menjalani operasi," kata Setyo di Jakarta, Selasa.
Setyo mengatakan polisi sudah menghubungi Universitas Bina Darma Palembang, Sumatera Selatan, yang mahasiswanya menjadi korban saat berkunjung ke BEI.
Selain menerjunkan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, kata Setyo, polisi pun akan melibatkan ahli metalurgi dan ahli analisis bangunan untuk menyelidiki penyebab ambruknya serambi.
“Tidak menutup kemungkinan pula kami memanggi pengelola gedung untuk meminta keterangan,” kata Setyo.
Serambi tower II Gedung BEI Jakarta Selatan tiba-tiba ambruk pada Senin siang sekitar pukul 12.10 WIB, melukai puluhan karyawan BEI dan mahasiswa.
Meski masih menyelediki penyebab musibah, namun Setyo telah memastikan bahwa insiden ini tidak disebabkan oleh aksi terorisme maupun ledakan bom.