Pizaro Gozali İdrus
16 Januari 2018•Update: 17 Januari 2018
Pizaro Gozali İdrus
JAKARTA
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerangkan aliran pendanaan terorisme menurun selama tahun 2017 seiring meredupnya kelompok teroris Daesh di Timur Tengah. “
Indikasinya bisa dibilang menurun sejalan dengan apa yang terjadi di Timur Tengah,” kata Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada Anadolu Agency di Jakarta, Selasa.
Dian tidak memberikan angka pasti soal indikasi penurunan itu. Namun pihaknya tetap mewaspadai eksistensi ideologi Daesh yang masih bercokol di Timur Tengah.
“ISIS (Daesh) bisa jadi mati, tapi ideologinya belum tentu hilang,” terang Dian.
Hingga kini, ujar Dian, Indonesia-Malaysia masih melakukan pertukaran informasi mengenai aktivitas pendanaan terorisme.
Apalagi tindak pidana terorisme dapat dilakukan tanpa memerlukan biaya mahal.
“Bikin bom itu murah, apalagi pola terorisme bisa dengan menabrakkan kendaraan dan inisiatif pribadi seperti lone wolf,” tambah Dian.
Selain itu, Dian juga khawatir potensi terjadinya tindakan terorisme usai pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Bisa saja ada kebangkitan (terorisme) itu. Yang tadinya tidak radikal, menjadi radikal, potensi itu ada," jelas Dian.